Reportase 

Terobosan Baru Tol Laut

Program tol laut sejak dioperasikan sejak akhir 2015 lalu, mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Khususnya di daerah terpencil, terdalam dan terluar, harga-harga kebutuhan utama menunjukkan penurunan. Disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia juga bisa ditekan.

Harga semen di Pulau Sabu (NTT), ayam ras di Namlea (Maluku) dan beberapa komoditas utama lainnya di Wanci Wakatobi Sulawesi Tenggara , Natuna, dan Tahuna tidak jauh berbeda dengan di Pulau Jawa. Pengembangan infrastruktur transportasi di sejumlah wilayah yang dilayani 6 trayek Tol Laut di 31 pelabuhan singgah itu, mulai merasakan manfaatnya.

Keberhasilan program Tol Laut tak lepas dari peran pemerintah mengawal pendistribusian barang-barang kebutuhan pokok hingga ke tangan konsumen (masyarakat). Pemerintah terus mencari cara agar proses pendistribusian logistik,– setelah diturunkan dari kapal Tol Laut di pelabuhan,– tidak hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Pendistribusian logistik di darat membutuhkan pengawalan dan pemantauan secara terus menerus agar subsidi yang diberikan pemerintah, tepat sasaran.

Pelaksanaan Program Tol Laut memasuki tahun kedua berjalan menunjukkan sejumlah tantangan yang masih perlu penanganan. Pemerintah terus melakukan strategi khusus dengan membentuk konsorsium yang melibatkan sejumlah perusahaan BUMN di bidang logistik agar pendistribusian barang tidak mengalami hambatan. Kementerian Perhubungan menginisasi pembentukan program Tol Laut Logistik dengan memprioritaskan kerjasama  beberapa BUMN yang terlibat dalam satu konsorsium bersama untuk memasarkan dan menyediakan muatan balik kapal tol laut.

Langkah ini dilakukan agar agar subsidi Tol Laut dengan memberi kemudahan angkutan kapal barang yang murah, bisa dinikmati oleh masyarakat di daerah. Harapannya, angkutan barang yang lancar dan murah akan menciptakan harga barang di beberapa daerah khususnya Indonesia bagian timur, tidak jauh berbeda dengan di Pulau Jawa.

Pemerintah juga menambah trayek Tol Laut baru menjadi 9 rute dan merevisi rute yang ada (reruting). Program Tol Laut Logistik,– dengan tujuan untuk mendekatkan gudang ke masyarakat — merupakan terobosan baru Kementerian Perhubungan dalam upaya lebih mengoptimalkan penyelenggaraan Tol Laut yang sudah berjalan baik hingga akhir 2016 ini.

 

Penulis : M. Nur Cholis

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Transmedia

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment