Figur 

Addie M.S Standart of excellent

 

Emporium Pluit Mall di kawasan Pluit menjadi lokasi wawancara Majalah Podomoro dengan seorang pria yang kondang di blantika musik Indonesia, Addie Muljadi Sumaatmadja atau lebih dikenal dengan Addie MS. Sikap sederhana dan keramahan dari ayah dua putra ini segera membentuk imejnya sebagai sosok pribadi yang menyenangkan. Kami tentu merasa sangat beruntung. Betapa tidak? Ditengah “segudang” aktifitasnya yang sangat padat, pria good looking ini masih dapat meluangkan waktu untuk berbincang dengan kami. Terutama mengenai mengenai pengalamannya mengaransemen ulang theme song Agung Podomoro Group, dan juga kehidupan kesehariannya. “Aku ditugasi untuk membuat orkestrasi ulang dari theme song Agung Podomoro Group,” ujar Addie memulai percakapan siang itu. Dengan mengaransemen ulang diharapkan lagu tersebut bisa terdengar lebih megah ketimbang versi sebelumnya, tentunya dengan orkestra yang lebih baik lagi.

Dalam melakukan proses aransemen ulang lagu tersebut, pria kelahiran Jakarta 7 Oktober 1959 ini memerlukan waktu sekitar 5 hari. “Saya harus buka mata buka telinga dalam menyerap berbagai masukan dalam menjabarkan keinginan Agung Podomoro terhadap theme song tersebut,” paparnya bersemangat. Setelah aransemen selesai, proses selanjutnya adalah berangkat menuju ibukota Ceko, yaitu Praha untuk membuat rekaman orkestra. Menurut Addie, pemilihan kota Praha bukan tanpa alasan. Karena disini terdapat salah satu orkestra terbaik di dunia untuk kepentingan rekaman yaitu The City of Prague Philharmonic Orchestra. Selain itu disana juga terdapat studio yang khusus untuk merekam lagu dengan orkestra yang lengkap.

“Di Indonesia belum ada studio yang memadai untuk merekam orkestra besar,” jelas Addie. Dia menambahkan, sebagai salah satu orkestra terbaik didunia The City of Prague Philharmonic Orchestra kerap menjadi langganan film Hollywood dalam membuat ilustrasi filmnya. Diantaranya film Harry Potter serta film trilogi Lord Of The Ring. Selain  itu Addie juga pernah beberapa kali bekerja sama dengan orkestra tersebut dalam mengerjakan beberapa project lagu. Diantaranya membuat orkestrasi lagu-lagu daerah. Addie menuturkan Agung Podomoro Group sebagai salah satu pengembang terbaik di Indonesia tentunya sangat

tepat jika memilih tempat serta orkestra terbaik di dunia dalam proses pembuatan theme song-nya. Pria yang pernah meraih beberapa penghargaan BASF Awards ini, menilai bahwa Agung Podomoro Group merupakan perusahaan properti terbaik di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat karya-karya properti yang telah dibuat dengan standard of excellent yang tinggi, sehingga mampu mengubah wajah kota-kota di Indonesia dengan cukup signifikan.

Perpaduan standard of excellent yang dimiliki oleh Agung Podomoro Group dengan orkestra terbaik didunia (The City of Prague Philharmonic Orchestra) tentunya menghasilkan sebuah karya yang sempurna. Dan Addie pun puas dengan hasil musik orkestra yang dihasilkan. Hal ini tercapai karena dukungan orkestra terbaik, studio dengan sistem akustik yang bagus serta suasana yang menunjang dalam pembuatan rekaman lagu tersebut.

Setelah selesai rekaman dengan orkestra di Praha, tahap selanjutnya yaitu merekam paduan suara anak yang dilaksanakan di Jakarta. Nantinya hasil paduan suara tersebut akan digabungkan dengan hasil rekaman orkestra yang dilakukan di Praha. Menurut Addie tahap ini pun harus melewati jalan yang berliku. Rekaman paduan suara anak ini harus beberapa kali diulang. Hal ini dilakukan untuk mencapai tingkat kesempurnaan yang diinginkan.

Bersamaan dengan tahap ini, Addie harus terbang ke Amerika. “Kebetulan saya harus terbang ke Amerika karena berbarengan dengan jadwal liburan keluarga selama dua minggu,” jelas Addie. Meski begitu Addie tetap memantau proses rekaman paduan suara anak tersebut melalui internet. “Dan Alhamdullilah tahap ini pun dapat diselesaikan dengan baik,” ucap Addie. Setelah semua beres maka dilakukan tahap mixing serta mastering. Kedua proses tersebut dilakukan di sebuah studiodi Cambridge, Inggris. “Setelah proses mixing selesai, kita

selanjutnya mempresentasikan hasil ini kepada pihak Agung Podomoro Group,”ujar Addie. Hasilnya tentu membuahkan kepuasan yang patut diapresiasi sepenuh hati. Sebagai seorang konduktor, komposer, arranger, produser serta mempin Twilite Orchestra, suami dari Memes ini memiliki pengalaman tak terbantahkan dalam dunia musik. Beliau, diantaranya berpengalaman sebagai penata musik disejumlah film, diantaranya Biola Tak Berdawai, Dealova, Cinta Pertama, In the Name of Love, Summer Breeze.

Selain itu ayah dari musisi Kevin Aprilio ini juga mendapat kepercayaan dari institusi pemerintah serta beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia, seperti menciptakan lagu mars dan hymne TNI, theme song Garuda Indonesia dan tentu saja membuat aransemen ulang dari theme song Agung Podomoro Group. “Semua itu merupakan kebanggaan tersendiri bagiku karena dipercaya membuat theme song bagi mereka,”ungkap pria penggemar cerutu ini.

Addie MS juga pernah berkolaborasi dengan musisi dunia, seperti David Foster, Natalie Cole, Maksim, The Moscow Rachmaninov Trio, Ananda Sukarlan, Richard Clayderman. Dia pun pernah dipercaya untuk menjadi konduktor tamu Manila Philharmonic, serta membuat orkestrasi dalam album Dream Suite karya Suzanne Ciani. Album ini kemudian masuk dalam nominasi pada ajang Grammy Awards ke-38 sebagai The Best New Age Album.

Di akhir pembicaraan Addie MS mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Trihatma K. Haliman. Sebagai seorang pemimpin perusahaan properti terbaik di Indonesia, Trihatma merupakan seorang sosok yang rendah hati. “Sebagai seorang yang visioner serta mengubah wajah Jakarta kearah yang lebih baik, beliau punya karakter yang humble, down to earth,” pungkas Addie.

Penulis  : Chairudi Bharata Dharma

Editor    : Muhammad Pamungkas

Dimuat  : Majalah PODOMORO, July-September 2013

 

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment