Hijau 

Airwheel Transportasi “Hijau” Beroda Satu

Kemacetan lalu lintas di kota besar seperti Jakarta, sudah menjadi pemandangan umum dan sangat mengganggu aktifitas keseharian. Sebagian masyarakat ibukota, menyiasatinya dengan mengendarai sepeda motor atau sepeda roda dua demi menembus kemacetan di jalanan, serta sebagian yang lain beralih ke transportasi publik. Kini, muncul cara lain untuk mengatasi sekaligus menembus kemacetan jalan, yakni menggunakan airwheel.

 

Canggih dan Ramah Lingkungan

Mungkin belum banyak yang tahu tentang keberadaan alat transportasi satu ini. Hal tersebut tentu wajar saja, mengingat pengguna airwheel saat ini memang belum sebanyak pengguna rollerblade, papan skateboard atau sepeda. Selain itu, pemasaran airwheel juga baru dilakukan sejak tahun 2014 lalu. Kendati terbilang masih baru, tampaknya skuter mungil dengan roda tunggal ini bakal cukup ramai peminatnya di Indonesia. Sebelumnya, alat ini telah populer di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.

 

Alat transportasi ini diklaim sebagai alat transportasi bebas polusi, portabel dan fun serta lebih ramah lingkungan. Disebut ramah lingkungan karena memang menggunakan tenaga listrik. Berbeda dengan alat transportasi kebanyakan yang menggunakan dua atau empat roda, skuter tenaga listrik ini terbilang cukup unik karena hanya memiliki 1 (satu) buah roda yang menjadi tumpuannya. Roda tersebut berputar pada sebuah poros as yang berada ditengah.

Menariknya lagi, pengguna tidak memiliki kendali berupa setir atau setang layaknya sebuah kendaraan. Jika pernah melihat acara sirkus di TV yang mempertontonkan kepiawaian seseorang bermain sepeda roda satu, begitulah kira-kira cara menggunakan airwheel. Meskipun kecil dan compact, namun sesungguhnya segudang fitur canggih telah tersemat di dalamnya. Airwheel Technology sebagai pengembang alat transportasi ini, telah melakukan segenap inovasi guna terus menyempurnakannya. Dari mulai penggunaan perangkat keras berteknologi tinggi, hingga perangkat lunak dengan algoritma fuzzy yang dikembangkan khusus untuk perangkat ini.

 

Sedangkan, keseimbangan yang mampu dihasilkan oleh kendaraan ramah lingkungan ini terletak pada sistem aerodinamika dan sistem giroskop sebagai alat penyeimbang gravitasi. Sistem giroskop ini, seakan memaksa roda bertumpu pada satu titik sumbu gravitasi dan membuatnya seimbang. Sistem ini juga diimplementasikan pada teknologi motor, khususnya motor balap seperti pada MotoGP dimana motor akan tetap seimbang meskipun menikung hingga 45 derajat, dengan catatan, motor tersebut harus bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan.

 

Mudah dan Fun

Untuk cara penggunaannya cukup mudah dan tidak perlu kuatir. Terdapat 2 (dua) buah pedal pada bagian kiri dan kanan airwheel yang di disain sebagai pijakan kaki, sehingga saat di pijak airwheel akan berputar dengan sendirinya ke arah yang diinginkan. Meskipun baru sekali mencoba tak perlu takut terjatuh, karena alat ini memiliki teknologi stabilisator dan roda giroskopik yang super canggih. Jadi, hanya dalam beberapa jam saja Anda sudah bisa mengendarainya dengan baik. Hampir sama dengan teknik yang digunakan saat mengendarai sepeda, pengendara airwheel bisa mencapai titik keseimbangan dengan cara sedikit miring ke samping dengan posisi kemiringan 15 hingga 18 derajat.

Saat dioperasikan, pengendara bisa mengontrol pengaturan keseimbangan airwheel dengan cara mengatur posisi tubuh condong ke depan, belakang atau samping. Untuk mempercepat laju airwheel dengan cara mencondongkan badan ke depan, sementara untuk memperlambat atau mengerem dengan mencondongkan badan kebelakang. Sedangkan, untuk berbelok ke kiri atau kanan dengan cara mencondongkan badan ke samping.

Airwheel merupakan salah satu produk transportasi moderen masa depan yang ramah lingkungan, yang didisain cukup unik dan mudah dibawa kemana pun. Alat transportasi ini dapat digunakan dimana saja, selama spesifikasinya sesuai dengan kondisi medan jalan. Halaman rumah, taman, kampus, tempat hiburan, kantor, serta lingkungan tempat tinggal merupakan tempat yang ideal untuk mengoperasikan alat ini.

 

Bukan hanya itu saja, jika memang memungkinkan alat ini dapat juga digunakan sebagai transportasi ke tempat kerja, mengingat perangkat ini bisa menempuh jarak sejauh 18 hingga 45 km dengan kecepatan maksimal 18 km/jam. Skuter ramah lingkungan ini digerakkan oleh baterai dengan daya tahan baterai berkisar 132 watt hingga 520 watt, dan untuk mengisi ulangnya dibutuhkan waktu sekitar 60 menit hingga 90 menit. Adapun beban yang mampu di topang maksimal sekitar 120 kilogram, sehingga alat ini hanya cukup menopang satu orang saja.

 

Saat ini, airwheel tengah digandrungi oleh masyarakat di Indonesia. Para pecinta alat transportasi hijau ini, telah mendeklarasikan sebuah komunitas bernama Airwheel Indonesia. Kendati belum genap satu tahun keberadaannya, namun anggota komunitas ini sudah mencapai lebih dari 100 orang dari beberapa kota. Diharapkan, kedepan semakin banyak transportasi hijau lainnya yang mampu mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar minyak. Sekaligus, dapat mengurangi dan mengurai kemacetan di jalan raya.

Penulis : Abdullah Baraja

Editor   : Muhammad Pamungkas

 

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment