Asyiknya Menyusuri Tanah Sumbar Nan Elok Rupawan

Akhir tahun adalah waktu yang menyenangkan. Salah satunya adalah karena ada tanggal merah (libur) yang jaraknya berdekatan seperti Hari Raya Natal dan tahun baru. Hal ini membuat para pekerja memutuskan ambil cuti yang cukup panjang untuk berlibur, ataupun untuk menemani anak-anaknya yang sedang liburan sekolah untuk berekreasi ke tempat-tempat wisata.

Untuk mengisi waktu libur di akhir tahun 2016 ini, kami akan memberikan referensi tempat-tempat wisata atau rekreasi yang menawan hati di Sumatera Barat (Sumbar). Objek wisata di provinsi tersebut ternyata tak kalah bagusnya dengan yang ada di Pulau Jawa atau Bali. Yuk, kita susuri enam tempat wisata yang elok rupawan di daerah yang kuliner khasnya (rendang) sudah dikenal di seluruh dunia itu. Siapkan budget dan koper Anda!

  • Jangjang Koto Gadang

Melihat kemegahan The Great Wall tak perlu jauh-jauh ke Tiongkok. Karena Kota Bukittinggi di Sumbar juga punya lokasi wisata baru yang dinamakan Janjang Koto Gadang. Tempat ini menghubungkan kawasan Bukittinggi dan Agam, dan memiliki panjang sekitar 1 kilometer. Karena menghubungkan dua tempat, ada dua pintu masuk bagi pengunjung yang ingin menapakkan kaki di tembok raksasa ini.

Dari Bukittinggi, Anda bisa masuk lewat pintu yang letaknya tak jauh dari Lubang Jepang. Dari sana, Anda akan melalui jalan yang menurun. Namun, siap-siap saja Anda akan terpana dengan pemandangan yang disuguhkan; salah satunya yaitu Ngarai Sianok, persawahan dan tebing-tebing gahar. Selain itu, di sana ada juga jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi. Di beberapa titik pun sudah disiapkan pos-pos untuk tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan sungai, sawah, dan tebing.

  • Lubang Jepang

Lubang Jepang adalah bangunan peninggalan dari masa penjajahan Jepang (1942-1945) yang berupa gua bawah tanah seluas sekira dua hektar untuk tempat pertahanan serdadu negeri sakura tersebut. Pembangunan Lubang Jepang dilakukan melalui cara romusha atau kerja paksa. Lubang Jepang juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan senjata serta amunisinya. Bukan itu saja, kegiatan rapat dan memasak pun dilakukan di sana.  Di samping itu, penjajah Jepang memakainya untuk memenjarakan dan menyiksa tahanan perang.

Anda akan memasuki Lubang Jepang tersebut dengan menuruni tangga dan lorong-lorong yang panjang.  Lorong-lorong di sana memang bercabang, dan masing-masing digunakan untuk tempat yang sesuai kebutuhan pada masa itu. Supaya lokasi bersejarah itu tidak dirusak oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab, maka di setiap lorong sudah dipasangi CCTV.

  • Lembah Anai

Saat Anda melewati jalur lintas Bukittinggi ke Padang maka anda akan melewati Lembah Anai. Maskot pariwisata Kota Padang ini persisnya terletak di Nagari Singgalang Kecamatan X Koto. Jarak lokasi wisata ini dari Padang kurang lebih sekitar 60 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Dengan lokasinya yang di pinggir jalan membuat orang-orang lebih mudah mengunjunginya.

Lembah Anai terkenal dengan objek wisata air terjunnya. Air terjun yang berketinggian sekitar 35 meter ini merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai. Air terjun berada di bagian barat Cagar Alam Lembah Anai. Airnya sangat jernih mengalir menyusuri perbukitan menuju lereng, dan mengalir terus melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan indah. Kemudian, Anda juga bisa melihat monyet-monyet yang berkeliaran seakan-akan dengan senang hati menyambut kehadiran Anda yang datang dari jauh. Anda pun dapat menikmati beberapa fasilitas yang ada di sana, seperti warung-warung untuk tempat istirahat sembari menikmati makanan serta minuman khas Sumbar.

  • Pantai Air Manis

Pantai Aie Manih atau akrab disebut Pantai Air Manis adalah salah satu tempat wisata paling terkenal di Sumbar. Pantai ini terkenal dengan kisah legenda Malin Kundang, dan dipercaya sebagai bukti bahwa legenda tersebut benar-benar nyata. Kisah Malin Kundang sendiri bercerita tentang seorang anak yang tidak mengakui ibu kandungnya setelah ia menjadi orang kaya-raya. Kemudian, ia dikutuk ibunya menjadi batu, dan batu tersebut berada di Pantai Air Manis itu. Selain terkenal dengan batu Malin Kundang, pantai ini juga menawarkan pemandangan indah dengan Gunung Padang sebagai latarnya, serta ombak yang tidak terlalu tinggi, sehingga aman dipakai berenang.

  • Lembah Harau

Lokasi Lembah Harau ini dekat dengan Kota Payakumbuh, dan diapit oleh dua bukit cadas terjal dengan ketinggian lebih kurang 150 meter. Bentuk topografinya berbukit dan bergelombang, karena di sekitarnya terdapat tebing granit yang tingginya sekitar 80-300 meter. Udara di lembah ini masih bersih, sehingga sangat nyaman untuk jalan-jalan di sana. Beberapa keindahan alam yang dapat Anda nikmati di sana antara lain jurang atau celah alam, air terjun, tebing dan beberapa gua. Selain itu, terdapat suaka margasatwa untuk beberapa hewan yang dilindungi, seperti Monyet Ekor Panjang, Siamang, Harimau Sumatera, Beruang, Tapir, Landak, Burung Kuau, dan lain-lain.

Lembah Harau terbagi menjadi dua lokasi, yaitu Sarasah Bunta yang di sana terdapat lima air terjun beserta kolam penampungannya, serta lokasi wisata lain semisal akar berayun yang mempunyai kolam renang dan tempat kemah. Lalu, ada yang disebut Lembah Echo, tempat yang setelah kita berteriak di sana, maka akan akan disusul oleh gema sempurna sebanyak 7 kali. Lembah Harau juga dijadikan sebagai rute baru dalam lomba sepeda Tour de Singkarak.

  • Puncak Langkisau

Puncak Bukit Langkisau terletak di pinggir Kota Painan dengan ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut, sehingga dari sana pengunjung akan dapat melihat pemandangan mempesona dari Painan, Sago Kecamatan IV Jurai, serta pulau-pulau yang berjejeran di tengah laut. Puncak ini merupakan kawasan primadona Pessel yang suasana malam harinya sangat semarak dengan lampu yang terpancar dari kapal bagan nelayan dan lampu rumah-rumah di Painan.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini kawasan wisata Bukit Langkisau hanya dipergunakan oleh mereka yang menggemari olahraga pralayang, sebab kondisi alamnya sangat mendukung bagi mereka. Para pencandu olahraga di atas awan tersebut melakukan aksinya terbang di atas kota dan laut, untuk kemudian mendarat di bibir Pantai Salido Kecamatan IV Jurai. Selain itu, di sana juga banyak pedagang yang menjual berbagai jenis cenderamata hasil kerajinan masyarakat lokal, seperti t-shirt, kaligrafi, batik dan sebagainya.

 

Penulis : Ria E. Pratiwi

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Pegadaian Edisi 176 – 2016

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment