Internasional 

Atasi Suburnya Kendaraan Ala Pemerintah China

Semakin padatnya penduduk di China menjadikan jumlah kendaraan yang beroperasi dan diperjualbelikan semakin banyak. Untuk itu, Pemerintah China melakukan berbagai penegasan untuk memangkas dan membatasi volume kendaraan.

Sudah bukan rahasia lagi kalau China adalah salah satu negara terpadat di dunia. Dengan padatnya penduduk, permasalahan kompleks seperti dan sempitnya lahan sudah pasti akan muncul. Terlebih lagi, kemacetan akan menjadi masalah yang sulit dihindari karena jumlah pemakaian kendaraan yang sangat banyak. Hal tersebut menggerakkan Pemerintah China untuk menerapkan pemangkasan dan pembatasan kendaraan secara besar-besaran.

 

Misi Pemerintah China

Consultancy McKinsey meramalkan jika lebih dari 20 kota di China akan dipadati oleh 250 kendaraan di tiap kilometer jalan pada 2020 mendatang. Untuk itu, Pemerintah China memiliki misi besar menurunkan jumlah kendaraan yang semakin banyak dan menyebabkan China semakin tidak terkendali dengan kemacetan, bahkan polusi atas asap kendaraan. Misi besar tersebut ialah dengan melakukan pembatasan penjualan dari kuota 100.000 mobil yang boleh dijual, 20.000 unit di antaranya diprioritaskan untuk mobil elektrik. Dengan mendapat bantuan berupa subsidi dari Pemerintah China, mobil elektrik seperti Dojo Pioneer dan Nissan Leaf diharapkan bisa mengurangi kadar polusi dalam waktu lima tahun mendatang.

Selain itu, Pemerintah China juga melakukan pemangkasan kendaraan yang beroperasi di China. Hal ini dilakukan agar kepadatan kendaraan di China menjadi berkurang. Diperkirakan pada 2020 mendatang akan ada 16 juta unit kendaraan yang siap dikirim untuk dimusnahkan. Pemusnahan kendaraan tersebut menjadi salah satu solusi mengingat pada 2014, ada 17 juta unit kendaraan terjual di negara ini.

Alhasil, melalui kebijakan pemangkasan kendaraan, China pun menghasilkan sampah kendaraan mencapai 100.000 unit untuk setiap tahunnya. Sampah kendaraan tersebut akan dibuang ke Hangzhou sebelum didaur ulang menjadi logam yang berharga. Sebagai tempat pembuangan mobil dan motor, Hangzhou pun menyajikan pemandangan yang menakjubkan, dimana ada ribuan sampah mobil dan motor menjulang menghiasi perbukitan.

 

Sampah Mobil Murah Hingga Mahal

Pemandangan yang menakjubkan dapat kita lihat di Hangzhou dimana ada ribuan bahkan jutaan unit kendaraan tidak terpakai dibuang. Kendaraan yang dibuang di sini mulai dari mobil listrik, truk, sedan, dan SUV. Bahkan, kendaraan dari harga termahal sampai harga yang murah bisa kita temukan di sini.

Kendaraan dianggap sampah dilihat dari tahun pembuatannya. Menurut Asosiasi daur ulang nasional China atau disingkat (CRRA), ada sekitar 6 juta mobil yang ada di China sudah dihapus pada 2014 lalu dan sisanya akan dihapus di akhir 2016 ini.

Selain itu, Pemerintah China juga menyediakan tempat rongsokan khusus untuk menampung sepeda motor yang sudah tak terpakai. Sebagian diantara sepeda motor yang disingkirkan pemiliknya karena memiliki standar emisi yang tidak sesuai peraturan. Hal ini terlihat dari kondisi sebagian bangkai sepeda motor yang masih dalam kondisi relatif baik.

Dalam hal ini, Pemerintah China tengah berupaya mengurangi berbagai permasalahan dengan semakin suburnya kendaraan di wilayah China. Semoga dengan adanya penegasan-penegasan tersebut, kondisi di China semakin baik dan kemacetan pun semakin berkurang.

Ayo, Indonesia belajar dari China untuk membatasi dan memangkas jumlah kendaraan!

 

Penulis : Novita Puspa,

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment