Hijau 

Bio Bemo: Si Becak Motor Non-Polusi

Becak Motor atau biasa yang dikenal dengan sebutan Bemo kini terancam musnah dari peredaran transportasi ibukota. Asapnya yang mengganggu serta bunyinya yang tidak sedap ini menjadi salah satu alasan akan musnahnya moda ini. Namun, berkat kreasi anak negeri Bemo ini disulap menjadi Bemo tanpa polusi.

Becak Motor Tempo Dulu

Becak motor (Bemo) ialah termasuk angkutan umum tempo dulu yang dapat dijadikan sejarah dari perkembangan teknologi di Indonesia, terutama di kota Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Pada awalnya, Bemo diimpor dari Jepang oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Dahulu, Bemo digunakan untuk transportasi bagi atlet. Seiring berjalannya waktu, Bemo pun bertransformasi mulai menjadi angkutan barang hingga menjadi alat transportasi massal untuk masyarakat.

Namun, kini alat transportasi yang memiliki tiga ban ini terancam musnah. Seiring perkembangan waktu perusahaan yang memproduksinya, kini berhenti memproduksi angkutan umum ini. Bukan hanya itu, suku cadang mesinnya pun berhenti diproduksi yang menyebabkan kelangkaan suku cadang. Hal inilah yang membuat pemerintah provinsi Daerah Keistimewaan Ibukota (DKI) Jakarta memberlakukan pelarangan pengoperasian Bemo sebagai angkutan transportasi. Selain itu, Bemo juga dianggap tidak aman, berisik, tidak lincah sehingga bisa menyebabkan kemacetan dan sangat berpolusi. Sejak 1966, Bemo di Jakarta seperti dibiarkan mati perlahan-lahan.

 

Evolusi Bemo

Melihat Bemo akan punah, para pecinta Bemo tergerak hatinya untuk menciptakan pembaharuan bagi Bemo. Para pecinta Bemo ini bekerja sama dengan Paguyuban Bemo Jakarta untuk menciptakan Bemo bertenaga listrik yakni, Bio Bemo. Selain menjadi kendaraan yang tidak menghasilkan polusi, Bemo ini bisa kembali menjadi salah satu mata pencaharian para supir angkutan umum.

Bio Bemo hasil karya anak negeri  ini tidak lagi membutuhkan bahan bakar. Moda ciptaan Hendrico Halim dan tim kreatifnya itu akan bergantung pada empat baterai yang tersembunyi di bawah badan Bemo. Energi pada baterai tersebut ialah kunci dari penggerak Sang Neo Bemo ini. Tenaga yang tersimpan dalam baterai ini sebesar 12 Volt. Akan diperlukan energi dengan total tegangan 48 Volt untuk moda ini bergerak sejauh 50 kilometer.

Namun walaupun begitu, Bemo baru ini masih mempunyai kelemahan karena jika energi pada baterai habis, proses pengisian ulang seluruh baterai membutuhkan waktu sebanyak delapan jam. Untuk pengisian ulang, supir bemo hanya tinggal mencari outlet listrik PLN dengan daya 1.300 Watt dan  bertegangan 220 Volt. Selain pengisiannya yang memakan waktu cukup banyak, harga jual Bemo ini diperkirakan mencapai 70 juta rupiah, harga yang cukup mahal. Namun untuk mempermudah pemerolehan Bemo ini, para supir Bemo dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai solusi untuk mengkredit Bio Bemo ini.

Kendaraan yang bebas polusi ini telah diuji coba dari Stasiun Beos, Jakarta Kota, ke kediaman Hendrico yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Uji coba perdana Bio Bemo tersebut berlangsung dengan berhasil. Hal ini menambah semangat para kreator dan tentunya para supir Bemo ini menjadi semakin membara.

 

Harapan untuk Ibukota

Jika ada persetujuan dari pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta, Paguyuban Bemo Jakarta akan membantu menjual suku cadang Bio Bemo tersebut, dengan harapan harganya tetap terjangkau dan stabil oleh para supir Bemo. Dengan adanya Bio Bemo yang ramah lingkungan dan bebas polusi ini, harapan para supir Bemo yang sempat menurun ini bangkit kembali apalagi jika pemprov DKI Jakarta memberikan kesempatan untuk para supir Bemo tetap beroperasi.

Presiden Joko Widodo, menyampaikan ketertarikannya waktu ia masih menjadi Gubernur pemprov DKI Jakarta. Ia menyampaikan ketertarikannya pada moda transportasi Bemo bertenaga listrik tersebut atau Bio Bemo. Meski belum menerima laporan secara detail dari informasi yang diterimanya, Bio Bemo ini dianggapnya menarik untuk dikembangkan. Semoga ketertarikan mantan Gubernur DKI Jakarta yang telah berevolusi menjadi Presiden Republik Indonesia ini terhadap moda ramah lingkungan sangat diharapkan berjalan dengan lancar. Karena ini menjadi salah satu cara untuk menciptakan moda yang ramah lingkungan dan penyelamatan terhadap para supir Bemo yang terancam menjadi pengangguran.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment