Figur 

Dimas Seto & Dhini Aminarti Dari Pekerja Seni Hingga Bisnis Garmen

Kawasan Vimala Hills Villa & Resort di sudut Gadog-Puncak tentu sangat ideal sebagai lokasi wawancara serta pemotretan pasangan Dimas Seto dan Dhini Aminarti untuk cover Majalah Podomoro edisi 27. Disela-sela persiapan pemotretan, pasangan belia ini terlihat sangat hangat dan bersahaja meladeni setiap lontaran pertanyaan kami. Dalam perbincangan, mereka saling menceritakan pengalaman dalam mengelola bisnis garmen yang berada di Blok B Tanah Abang.

 

Terobosan Fashion

“Beberapa waktu lalu saya bersama Dhini membuat usaha pakaian jadi yang diberi nama LARVA ”, ujar Dimas Seto memulai perbincangan siang itu. Keduanya sepakat untuk fokus pada pembuatan baju muslim untuk pria dan celana jeans untuk wanita. “Untuk baju koko pria, kami membuat sebuah terobosan baru dengan menciptakan baju koko fashion atau orang lebih cenderung menyebutnya kemko atau kemeja koko,” papar Dimas Seto. Menurut pria kelahiran Jakarta 23 Juli 1979 ini, variasi baju koko yang ada selama ini dirasanya terkesan monoton, yaitu seperti kerah shanghai dengan variasi bordiran serta warna polos. “Tidak itu saja, baju jenis ini cenderung lebih banyak digunakan untuk kegiatan ibadah”, jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Dimas, tercetuslah ide untuk membuat baju ini, baju koko yang tidak hanya digunakan untuk beribadah saja namun juga cocok digunakan untuk beraktifitas sehari-hari. Sedikit berpromosi, Dimas menjelaskan bahwa baju koko buatannya terlihat berbeda. Hal ini karena baju buatannya menggunakan bahan-bahan fashion yang tidak monoton polos dan dipadukan dengan kombinasi motif yang menarik.

 

Serius Mengembangkan Bisnis

Dalam mengembangkan bisnis garmen, Dimas Seto termotivasi dengan para pengusaha muda yang telah sukses di bidangnya, seperti Sandiaga Uno dan Erik Tohir. “Saya mengagumi keduanya. Keuletan mereka dalam menjalankan bisnis, memotivasi saya dalam menjalani bisnis yang saya jalankan saat ini,” terang Dimas.

Dimas Seto menceritakan bahwa Larva telah berdiri mulai tahun 2011 . “Konsep awalnya merupakan sebuah butik,” tutur Dimas. Seiring berjalannya waktu, Dimas Seto dan Dhini Aminarti semakin menekuni usaha yang mereka rintis bersama. Dan pada Desember 2012, pasangan ini melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka toko di Blok B Tanah Abang. Tak dinyana, ada banyak hikmah lain yang dapat diraih Dimas dan Dhini melalui bisnis ini. Salah satunya adalah membuat pasangan ini lebih sering menghabiskan waktu berdua. Hal ini karena pasangan yang menikah 12 Desember 2009 tersebut selalu bersama dalam mengembangkan Larva. “Kami masih merintis, mudah-mudahan kedepannya Larva bisa lebih berkembang. Dengan kerja keras pastinya,” papar Dimas. Dimas pun bersyukur dengan value yang ia miliki bersama sang istri sebagai seorang pekerja seni. Hal tersebut secara tidak langsung membantunya dalam mempromosikan produk yang mereka pasarkan.

 

Dukungan Lokasi Usaha Strategis

Menurut Dimas banyak keuntungan yang didapat dengan membuka toko di Blok B Tanah Abang yang sangat strategis tersebut. Diantaranya, lokasi ini dikenal sebagai pusat grosir nasional dan Asia Tenggara terlengkap serta selalu ramai dikunjungi. Dengan demikian para pengunjung yang datang tidak saja dari dalam negeri tapi juga dari manca negara seperti Malaysia dan Singapura. “Saya bersyukur karena berada ditempat yang tepat dalam mengembangkan bisnis ini. Dan kini tinggal bagaimana produk saya bisa mencuri perhatian para konsumen,” ucap Dimas Seto optimistis. Ditambahkannya, bahwa omset penjualan di Blok B Tanah Abang terbilang cukup bagus.

 

Keseimbangan Hidup

Meski sibuk mengelola bisnis garmen, pria yang gemar olahraga lari ini tidak meninggalkan dunia seni peran yang telah membesarkan namanya. Namun kini pemeran Fahri dalam Pesantren & Rock n’ Roll Season 3 ini sedikit membatasi aktivitasnya sebagai seorang pekerja seni. Dengan jadwal kegiatan yang terbilang padat, namun Dimas Seto dan Dhini Aminarti masih dapat meluangkan waktunya untuk menjalankan hobi mereka, yaitu berlibur. Keduanya kerap berlibur untuk menghilangkan kejenuhan setelah sibuk beraktifitas. Menjelajah keindahan alam Indonesia merupakan aktivitas berlibur yang sangat disukai Dimas Seto. Hampir sebagian besar wilayah Indonesia telah dijelajahinya. Selain itu, mereka berdua juga sangat gemar nonton film. “Kami berdua hobi sekali menonton film. Semua jenis film kita tonton, kecuali film horor,” ungkap Dimas menutup pembicaraan.

 

Dimas Seto dan Agung Podomoro Group

“Untuk perusahaan pengembang yang satu ini, saya adalah salah satu fansnya,” ucap Dimas Seto. Menurutnya, Agung Podomoro Group adalah salah satu pilihan paling tepat untuk berinvestasi properti. “Karena proyek, yang mereka buat selain mendapat kepercayaan masyarakat namun juga dapat diterima pasar dengan baik,” tutur Dimas. Dirinya pun segera menambahkan bahwa secara tidak langsung Agung Podomoro Group memberikan kesempatan kepada orang untuk berinvestasi dibidang properti. “Dan saya termasuk yang merasakan keuntungan dengan berinvestasi properti di Agung Podomoro,” imbuh Dimas. “Meski saat ini banyak perusahaan dibidang properti, namun saya lebih prefer Agung Podomoro Group,” jelasnya mantap.

Penulis : Chairudi Bharata Dharma

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah PODOMORO Oktober-desember 2013

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment