Figur 

Ferdy Hasan It’s Unique Experience

Sebuah resto di kawasan Kuningan merupakan tempat kami berjumpa dengan seorang pria yang kondang di dunia presenter, Ferdy Hasan. Sikap sederhana dan keramahan yang hadir dalam ayah dua anak ini segera membentuk image sebagai sosok pribadi yang menyenangkan. Saat aktifitasnya yang terbilang padat, pria kelahiran Jakarta ini masih dapat meluangkan waktunya untuk berbincang dengan kami mengenai perjalanan kariernya yang mengesankan. Berikut petikan obrolan kami dengan Ferdy Hasan.

 

Bisa diceritakan perjalanan karier Anda?

Pertama kali saya berumur sekitar 5 tahun sudah ikut difoto untuk iklan. Saya juga sempat mengisi iklan di TVRI, siaran niaga namanya. Setelah itu juga sempat juga foto di beberapa majalah remaja. Namun kemudian saya sempat vakum beberapa lama karena studi di luar negeri. Selesai studi kemudian saya diterima menjadi penyiar di radio Prambors. Sebenarnya dari sini semuanya mulai berjalan. Dan disaat yang bersamaan saya juga diterima sebagai presenter acara musik di ANTV.

 

Berapa lama di radio Prambors?

Cukup lama, sekitar tujuh setengah tahun. Oleh manajemen waktu itu saya dan kawan saya ditugaskan ke radio Female. Karena di Prambors saya tidak hanya siaran tapi juga sebagai asisten musik director. Dan di Female saya diberi tanggung jawab sebagai music director.

 

Pengalaman menjadi presenter di televisi?

Untuk presenter di acara TV pengalaman saya sudah cukup banyak. Mulai dari presenter siaran musik di ANTV, acara olahraga basket Kobatama di SCTV, hingga acara Kuis, salah satunya Kuis Kontak yang saya pandu acaranya selama 5 tahun yaitu sebanyak 1200 episode. Selain itu saya juga pernah memandu acara Selamat Datang pagi di RCTI bersama Becky Tumewu, acara Good Morning di Trans TV bersama Rieke Dyah Pitaloka dan acara Selamat Pagi di Trans7 bersama Desi Ratnasari.

 

Pernah main film atau sinetron?

Sampai saat ini belum pernah. Meskipun tawaran untuk main film dan sinetron selalu datang namun sampai saat ini saya menolaknya. Karena selain jadwal yang cukup padat, saya juga ingin fokus dipekerjaan sekarang yaitu presenter dan iklan.

 

Apakah Anda memang bercita-cita untuk menjadi presenter?

Sebenarnya waktu kecil hobi saya main basket, sehingga sempat terpikir untuk menjadi pemain basket. Tapi waktu kecil juga senang mendengarkan radio, dan saya selalu mendengarkan Prambors. Dan setiap kali mendengarkan radio saya selalu membayangkan untuk menjadi seorang penyiar radio. Dan setelah selesai kuliah impian itu terwujud, menjadi seorang penyiar radio. Meski untuk menjadi penyiar pada saat itu tidak mudah, namun saya bersyukur dapat lolos dari beberapa tahapan seleksi diantara ribuan calon yang melamar.

 

Pengalaman menarik selama menjadi presenter?

Pengalaman yang paling menarik buat saya ketika diberi kepercayaan untuk membawakan acara kampanye pemilihan Presiden kemarin. It’s unique experience. Dalam acara tersebut saya ikut berkeliling ke sepuluh kota. Dan Pak SBY pun ketika menyampaikan pidatonya di setiapkota terlihat luar biasa. Bagi saya ini merupakan experience yang luar biasa.

 

Pernah menjadi caleg?

Sampai saat ini belum pernah meski saya pernah ditawari oleh partai politik untuk bergabung. Meski begitu saya senang terhadap politik. Tapi saya merasa belum saatnya untuk menuju kesana. Karena selain masih harus banyak belajar, jadwal pekerjaan yang padat juga membuat saya belum berniat untuk memulainya.

 

Tantangan selama menjadi presenter?

Disemua pekerjaan selalu ada tantangan. Tapi bagi saya yang membuat beda ketika menjadi MC atau presenter adalah setiap hari kita mempelajari sesuatu yang berbeda. Dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Contohnya mungkin hari ini menjadi presenter di perusahaan air mineral, besok di perbankan, perusahan semen atau rokok. Semua itu membuat saya terus belajar karena selalu bertemu dengan orang dengan karakter yang berbeda.

 

Hal positif yang dapat Anda sumbangkan kepada masyarakat luas, terkait dengan profesi Anda tersebut?

Dalam menyampaikan sesuatu, seseorang mempunyai caranya masing-masing. Ada yang mudah, sulit atau berbelit-belit. Begitu juga dengan dunia presenter, dimana kita diminta untuk menyampaikan sesuatu, baik itu sebuah brand atau produk. Dengan penyampaian yang baik membuat message dari brand atau produk tersebut yang hendak disampaikan dapat dimengerti oleh audience. Semua itu dapat dipelajari melalui sekolah-sekolah presenter yang kini banyak ditawarkan. Dengan adanya sekolah semacam itu, kesempatannya tentu akan lebih terbuka. Karena dulu, sekolah semacam itu belum ada. Sehingga saya mempelajari seluk belum dunia presenter secara otodidak. Salah satunya ketika saya menjadi penyiar Prambors. Karena disitu saya belajar berbagai hal, mulai dari teknik vokal, artikulasi hingga cara menyambung kata-kata. Semua itu sangat berguna dalam menjalani profesi saya sekarang. Dan bagi yang ingin dan mau mencoba menjadi presenter jangan pernah putus asa dengan terus mencoba dan banyak belajar.

 

Bagaimana menurut Anda dunia presenter di Indonesia?

Saya melihat hal tersebut seperti sosial ekonomi di masyarakat. Maksudnya ada berbagai macam segmentasi seperti untuk kategori masyarakat umum, ada yang lebihbisa ke komedi, ada yang lebih ke formal, gaya hidup, fashion dan lain sebagainya. Dan biasanya para calon klien sudah mengetahui hal ini, presenter mana yang cocok untuk mempresentasikan produknya.

 

Apa hobi Anda?

Saya menyenangi travelling dan olahraga. Namun sekarang karena jadwal yang padat, saya agak mengesampingkan dulu kedua kesenangan saya tersebut. Tapi untuk olahraga saya tetap melakukannya, meski hanya fitness.

Penulis : Chairudi Bharata Dharma

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Podomoro Edisi Bulan April-Juni 2011

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment