Hebat! Keliling Dunia Di Usia Muda

Semua orang pasti pernah bermimpi atau cita-cita untuk mengunjungi negara di luar negara tempat tinggalnya apalagi di usia yang belia. Seperti Gunnar Garfors yang mewujudkan mimpinya dengan mengelilingi dunia sebelum usianya beranjak 37 tahun.

Gunnar Garfors, pria asal Norwegia, berhasil menjamah seluruh negara yang ada di planet bumi ini sebelum ia berusia 40 tahun tepatnya saat ia berulang tahun ke-37. Kecintaannya terhadap petualangan, menjadikan ia bertekad untuk keliling dunia di usianya yang masih belia. Ditambah lagi, sebagai CEO Norwegian Mobile TV Corporation, ia memang tergolong mampu untuk menjelajahi seluruh dunia.

Pada awalnya, Garfors menemukan mimpinya sejak ia masih remaja. Ia seringkali berlibur mengelilingi benua Eropa bersama keluarganya dengan menggunakan transportasi kereta api. Mengunjungi berbagai negara pun menjadi impiannya yang terpendam yang ingin segera diwujudkan. Ia pun membuat list negara yang akan dikunjunginya dan mulai merealisasikan mimpi itu satu persatu.

Kunjungannya mengelilingi dunia diawali dari Kenya, Tanzania, China dan India. Negara-negara yang belum dikenal banyak orang justru lebih meningkatkan semangatnya untuk mengunjungi negara tersebut. Lebih dari itu, ia pun telah mengunjungi semua negara yang berakhiran “stan” seperti Kyrgystan dan Kazakhstan yang menurutnya paling menarik karena keramahan penduduk lokal dan pemandangannya yang menakjubkan.

Saat usianya 32 tahun sekitar pada 2008, Garfors berhasil menjelajahi 85 negara yang berada di dalam list buatannya. Namun, ternyata ia tidak cukup puas sebelum berhasil mengunjungi setiap negara yang ada di dunia. Akhirnya, lima tahun kemudian pada 8 Mei 2013, ia berhasil mengunjungi 193 negara anggota PBB. Jumlah tersebut bertambah setelah ia melancong ke Vatikan dan Palestina. Kemudian ia pun menyambangi Kosovo, Sahara Barat dan Taiwan, sehingga total menjadi 198 negara yang pernah ia jelajahi.

Garfors pun menembus rekor dunia sebagai pria dengan umur masih terbilang muda 37 tahun yang telah mengunjungi 198 negara di dunia. Prestasi itu ia dapatkan pada 2013, setelah pulang dari perjalanan ke Cape Verde, Afrika dan menginjak usia 37 tahun.

 

Keliling 5 Benua

Dalam mewujudkan mimpinya dalam menjelajah dunia, Gunnar Garfors pun pernah melakukan perjalanan keliling lima benua dalam satu hari saja. Garfors melaksanakan perjalanan ke lima benua hanya jangka sehari pada 18 Juni 2012 bersama bersama Direktur British Adelia Television Adrian Butterworth. Perjalanan mereka sebenarnya memakan waktu 29 jam, namun karena adanya perbedaan zona waktu, perjalanan tersebut dapat dihitung menjadi satu hari.

Dari jangka waktu tersebut, Garfors dan Butterworth berhasil mengunjungi Istanbul (Asia), Casablanca (Afrika), Paris (Eropa), Punta Cana (Amerika Utara) dan Caracas (Amerika Selatan). Tidak hanya datang ke kota-kota tersebut, mereka berdua juga mempelajari sejarah kota itu dari penduduk lokal.

Dia menghabiskan waktu paling sebentar di Paris, yaitu satu jam 55 menit. Perjalanan luar biasa Garfors ini berbuah manis. Tidak hanya ramai dikabarkan di media lokal Norwegia, dia juga mendapat penghargaan dari Guinness World Records.

 

19 Negara dalam Satu Hari

Ternyata selain menuntaskan mimpi keliling 198 negara, Garfors juga melakukan rekor yang fantastis dengan menjelajah 19 negara dalam satu hari pada 22 September 2014. Kali ini ia ditemani dengan dua sahabatnya asal Norwegia Tay-young Pak dan Oystein Djupvik. Trio ini berhasil mengunjungi 19 negara dalam sehari. Perjalanan keliling Eropa dalam 24 jam itu mengalahkan rekor sebelumnya yang mengelilingi hanya 17 negara.

Garfors, Tay-young dan Djupvik memulai perjalanannya dari Yunani pada tengah malam. Dari Yunani, mereka hanya mengambil dua penerbangan dari Skopje (Makedonia) ke Belgrade (Serbia) dan dari Wina (Austria) ke Dusseldorf (Jerman) yang melewati negara-negara yaitu Bulgaria, Macedonia, Kosovo, Serbia, Kroasia, Bosnia, Slovenia, Austria, Hungaria, Slovakia, Republik Ceko, Jerman, Belanda, Belgia, Luksemburg, Prancis, Swiss.

Kemudian, mereka berhasil mencapai tujuan akhirnya di Liechtenstein sebelum habis 24 jam. Meskipun mereka memiliki waktu luang di akhir perjalanan, kondisi yang buruk tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju negara ke-20, yakni Italia. Namun hal itu tidak menjadi masalah, sebaliknya mereka gembira dengan pencapaiannya selama sehari itu.

Dalam perjalanan ini mereka harus mengikuti 3 peraturan sederhana yakni berdiri di masing-masing negara, melakukan kunjungan kurang dari waktu 24 jam dan foto sebagai bukti. Mereka juga merencanakan begitu matang sebelum memulai perjalanan dengan menggunakan mobil sewaan dan menyiapkan beberapa botol untuk wadah air seni agar nantinya waktu perjalanan tidak terbuang untuk mencari toilet. Selain itu mereka juga berbagi tugas misalnya, Djupvik menjadi sopir selama perjalanan, sementara Garfors pemandunya dan Tay-young bertanggungjawab atas logistik.

Beberapa masalah pun mereka hadapi semisal cuaca buruk di Swiss dan beberapa masalah dengan mobil sewaan di Yunani sebelum memulai perjalanan. Kemudian ketika di Kosovo, antrian penyeberangan begitu lama sehingga kami harus meninggalkan mobil dan berlari untuk menyeberang ke negara sebelah dan kembali, hanya untuk menambah daftar negara yang sudah dikunjungi.

Mereka tidak punya banyak waktu untuk berhenti dan makan, jadi mereka makan di perjalanan dan hanya beristirahat ketika pengisian bahan bakar. Mereka bahkan menggunakan botol ketika tidak ada waktu untuk berhenti di toilet. Proses dan pengalaman selama perjalanan juga mereka dokumentasikan dengan hashtag #recordrun.

Ini bukan pertama kalinya Garfors, Tay-young dan Djupvik berusaha untuk memecahkan rekor dunia. Sebelumnya mereka melakukannya pada bulan Mei, tapi hanya berhasil menyamai rekor sebelumnya dengan menjelajah 17 negara. Belajar dari kegagalan, akhirnya kali ini mereka sukses dengan memakai rute baru dan bahkan siap mendokumentasikannya dalam bentuk film.

 

Dituangkan di Buku

Keberhasilannya dalam mewujudkan cita-cita menjelajah dunia, Garfors sangat bersyukur dan menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kemewahan untuk bisa traveling kapan saja seperti dirinya. Namun ia yakin ada cara simpel lain yang dapat dilakukan jika ingin menjelajah dunia tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Akhirnya ia menuliskan sebuah buku tentang memoar perjalanannya ke seluruh dunia yang berjudul “198: How I Ran Out Of Countries”. Pada buku tersebut, Garfors membagi pengalamannya, memberi saran seperti mengatur keuangan untuk traveling dan bagaimana cara beradaptasi dengan peraturan dan hukum di negara-negara lain.

Meskipun sudah melihat semua negara, Garfors mengatakan, negara asalnya, Norwegia adalah negara yang memiliki pemandangan paling indah.

Midnight sun pada musim panas dan aurora pada musim dingin membuat Norwegia menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh semua orang. Pemandangannya juga sangat indah. Ada fjords, gunung-gunung, glasier dan pulau-pulau yang mengelilingi negara ini,” papar Gunnar.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment