Implementasi ‘Feri Hijau’ di Laut Utara Benua Eropa

Transportasi yang ramah lingkungan merupakan salah satu ciri dari transportasi berkelanjutan (sustainable transport). Transportasi berkelanjutan adalah salah satu strategi utama dari pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Transportasi jenis ini juga mempunyai harga terjangkau, beroperasi secara efisien, berkomitmen mengurangi emisi dan produksi limbah, serta mendukung perekonomian daerah setempat.

Di Eropa, masyarakatnya banyak yang bepergian melalui jalur darat, sehingga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan dalam rute urban di sana. Sehingga, otoritas yang bertanggung jawab atas transportasi publik di sana berusaha mengalihkan penumpang supaya berganti menggunakan transportasi air, supaya dapat mengurangi kemacetan dan emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, serta memberikan pelayanan yang lebih baik.

Akibat adanya kebutuhan kepada transportasi air yang berkelanjutan, maka sangat diperlukan juga kapal-kapal yang lebih bersih dan efisien. Hal ini mendorong teknologi berkelanjutan semakin dikembangkan pula di industri maritim. Adanya pengertian terhadap kondisi operasional kapal dan solusi terbaru yang tersedia membantu desainer dan operator feri untuk mengembangkan inovasi pada sektor ini.

Ada sebuah proyek pemerintah di Eropa yang disebut iTransfer (Innovative Transport Solutions for Fjords, Estuaries and Rivers). Dipelopori oleh Institute of Sustainability Inggris, iTransfer dibiayai oleh Program EU Interreg IVB Wilayah Laut Utara (North Sea Region/NSR), dan terdiri atas 16 partner dari Belgia, Jerman, Belanda dan Britania Raya. Proyek tersebut fokus untuk meningkatkan akses dan konektivitas bagi masyarakat di sekitar NSR.

Proyek iTransfer tersebut memfasilitasi beberapa perusahaan komersial di bidang maritim untuk menjalin kerja sama (partnership) untuk mengumpulkan pengetahuan dan pengalamannya masing-masing di dalam lingkungan terbuka dan nonkompetitif. Kolaborasi seperti ini seringkali mendorong terciptanya solusi-solusi untuk tantangan yang muncul di industri maritim itu sendiri.

Laut Utara (North Sea) sendiri merupakan laut kecil di Samudera Atlantik, yang berlokasi di antara Britania Raya, Skandinavia, Jerman, Belanda, Belgium dan Perancis. Laut ini juga menghubungkan kanal Inggris di selatan dengan Laut Norwegia di utaranya. Pulau-pulau di sepanjang Laut Utara, termasuk Terschelling dan Helgoland, membutuhkan jalur yang lebih terakses dengan transportasi air yang berteknologi mumpuni.

Untuk transportasi air, khususnya kapal feri, proyek iTransfer berusaha menciptakan feri yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan, sebab mereka ingin mendorong lebih banyak orang lagi untuk bepergian melalui jalur air. Proyek ini pun ingin memberikan layanan perhubungan bagi komunitas terpencil dalam jangka panjang.

Dua partner iTransfer dari Belanda, Rederij Doeksen dan Damen Shipyards, bekerja sama dalam pembuatan sebuah konsep feri yang menggunakan liquid natural gas (LNG) sebagai bahan bakar utamanya. Menjaga lingkungan adalah nilai utama dari Rederij Doeksen, yang sudah mengoperasikan feri di Laut Wadden sejak satu abad lalu. Saat ini, Rederij Doeksen mengoperasikan feri yang berlayar antara Harlingen dan  pulau-pulau di Terschelling dan Vlieland di Laut Wadden – sebuah situs peninggalan bersejarah di dunia.

Sementara, Damen Shipyards ialah pabrikan kapal ternama, yang memproduksi kapal dengan konsep desain unik, inovatif, telah terstandarisasi, serta memiliki harga yang bersaing. Rederij Doeksen dan Damen Shipyards telah berkolaborasi mengembangkan visi untuk ‘feri hijau’ yang sedikit pengaruh buruknya terhadap lingkungan. Sebuah proses mendesain yang inovatif telah mereka kembangkan dalam menciptakan konsep feri hijau, mengetes bentuk lambung, material serta bahan bakar alternatif untuk feri tersebut. Bahan bakar yang mereka rencanakan untuk digunakan yakni listrik, gas, ataupun tenaga terbarukan, seperti angin dan matahari.

Mengurangi pengaruh buruk terhadap lingkungan merupakan sesuatu yang vital dan utama dari desain baru tersebut. Itu digunakan untuk mengidentifikasi metode pendorong alternatif yang membutuhkan lebih sedikit energi dan lebih bersih. Walaupun Damen sebelumnya telah mengerjakan tenaga pendorong yang bertenaga hybrid dan listrik, tapi desain feri baru ini fokus dengan penggunaan LNG sebagai bahan bakar utama.

Partner iTransfer tersebut berkontribusi kepada proses desain melalui beberapa kali workshop. Selain dengan desain yang mereka punyai sendiri, Rederij dan Damen mengembangkan sebuah konsep inovatif untuk feri hijau atau lebih ramah lingkungan. Proses ini menginvestigasi beberapa hal berikut ini:

  • Bentuk Lambung Kapal: Untuk feri hijau yang dibutuhkan yaitu suatu bentuk lambung kapal catamaran atau trimaran, yang menawarkan resistansi yang kecil terhadap air laut. Ini berarti tarikannya juga melemah, dan juga menggunakan bahan bakar dan emisi yang lebih rendah.
  • Material Lambung Kapal: Feri hijau material yang lebih ringan seperti aluminium atau komposit yang menghemat bahan bakar. Berat lambung kapal yang terbuat dari aluminium adalah 150 ton lebih ringan daripada lambung kapal dari baja.
  • Bahan Bakar: Bahan bakar baru alternatif dites untuk menentukan pengganti bahan bakar diesel yang berpolusi. Sistem pendorong bertenaga gas atau kombinasi tenaga diesel dengan sistem pembersihan sisa gas buang adalah yang paling bersih dan paling mungkin dipakai.

Jadi, bentuk lambung kapal catamaran yang terbuat dari aluminium dan menggunakan bahan bakar LNG, bisa mengurangi emisi karbon sebesar 50% daripada sebelumnya.

Proyek pembuatan feri ramah lingkungan oleh Rederij dan Damen ini telah menimbulkan ketertarikan dari industri maritim regional di sana, mengingat fokusnya adalah implementasi LNG sebagai bahan bakar transportasi laut yang lebih luas lagi. Dasar pengetahuan ini dibangun melalui proses yang akan digunakan oleh Maid of the Forth, TESO dan Ostend, yang sedang mencari cara untuk membuat kapal-kapalnya lebih efisien.

 

Penulis : Ria E. Pratiwi

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Lintas Nusa Edisi 28 – 2016

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment