Kepulauan Banyak, Khas Raja Ampat di Barat Indonesia

Kekhasan Aceh akan Kota Serambi Mekah ternyata menyimpan sisi lain keindahan wisata pantainya yang cukup beragam. Sebut saja, salah satunya Kepulauan Banyak. Kepulauan Banyak kerap kali mendapat julukan Raja Ampat di barat Indonesia.

Kepulauan Banyak merupakan sebuah kecamatan yang terletak Kabupaten Aceh Singkil yang terdiri atas 99 gugusan pulau dan sebagian besarnya belum diberi nama. Namun, beberapa pulau sudah terkenal akan keindahannya, seperti Pulau Balai, Pulau Palambak Besar, Pulau Bangkaru, dan Pulau Tuangku. Posisi Kepulauannya berbatasan langsung dengan Samudera India. Luasnya wilayah laut Kepulauan Banyak menghadirkan panorama biru nan tenang yang tersimpan rapi.

Masing-masing pulau memberikan pilihan pantai dan potensi wisata lainnya yang habis-habisnya untuk dieksplor. Tak ubahnya pantai kebanyakan, suasana nyiur hijau berpadu dengan pasir putih halusnya dapat dijumpai hampir diseluruh pulaunya. Salah satunya adalah Pulau Palambak. Di Pulau Palambak terbentang pantai berpasir putih bersih sepanjang lima kilometer. Suasana tersebut sangat tepat dimanfaatkan untuk bermain pasir dan berjemur menikmati pancaran sinar matahari hangat. Bahkan, karena memiliki ombak yang tenang, disini juga dapat dilakukan pertualangan mengayuh kayak.

Selain berjemur dan kayaking, menyelam pun menjadi  daya tarik lain Kepulauan Banyak. Sensasi ini yang disebut sebagai Raja Ampat di Barat Indonesia. Lanskap bawah lautnya yang eksotis memadukan cantiknya terumbu karang yang bersahabat dekat dengan ikan-ikan berwarna-warni. Titik menyelam Kepulauan Banyak yang cukup terkenal keindahannya terdapat di Pulau Tailani. Peairan Pulau Tailani sangat jernih, sehingga eloknya panorama bawah lautnya dapat dinikmati tanpa perlu menyelam.

Bahkan, bagi para pelancong yang gemar berselancar, Kepulauan Banyak dapat menjadi pilihan tepat untuk dikunjungi. Beberapa pulau akan melayani adrenalin para pelancong untuk menaklukan ombak setinggi 5-6 meter. Para turis yang mampir kesana tak hanya wisatwan domestik, namun juga dari mancanegara. Waktu yang tepat untuk berselancar biasanya saat musiim angin barat antara bulan April hingga Agustus.

Menariknya lagi, di Bangkaru salah satu pulau dalam gugusan Kepulauan Banyak juga menjadi tempat pusat konservasi penyu hijau. Jika beruntung, wisatawan akan  menemui penyu hijau yang menepi untuk bertelur pada malam hari.

Sementara, keindahan matahari terbit dan terbenam tentu akan menggenapkan pengalaman berwisata ke Kepulauan Banyak. Banyak wisatawan jatuh cinta akan fenomena alami tersebut. Terlebih lingkungan Kepulauan Banyak yang indah disempurnakan oleh udara segar tanpa polusi.

Di lain sisi, penikmat alam juga dapat melakukan tracking menyusuri hamparan hutan di Pulau Tuangku. Dalam perjalanaan, singgah di Kampong Haloban juga menjadi hal yang menarik. Di tempat tinggalnya suku haloban  ini,  wisatawan dapat mengenal dekat rukun budaya uniknya. Tak hanya itu, kancil, beo nias, babi hutan dan kupu-kupu beraneka warna pun dapat anda jumpai selama perjalanan tracking.

Tak berlebihan,  jika eloknya panorama di Kepulauan Banyak sering dianggap memikat pelancong untuk tinggal lebih lama dan mengundang penasaran untuk kembali berkunjung.

 

Akses dan Fasilitas

Menuju ke Kepulauan Banyak dapat dimulai dari Kabupaten Aceh Singkil. Meraih  Aceh Singgkil terdapat dua altinatif, yaitu jalur darat dan jalur udara. Melalui jalur udara, pelancong dapat menggunakan pesawat dari  Bandara Kualanamu, Medan menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri di Aceh Singkil. Sedangkan jalur darat dapat ditempuh dengan menggunakan mobil travel atau bus non AC dari Medan.

Setelah sampai di Aceh Singkil, perjalanan dilanjutkan selama 4 jam ke Pulau Balai  dengan Kapal Ferry. Dari titik ini, wisatawan dapat memilih beberapa tujuan ke pulau-pulau lainnya dengan menggunakan speed boat atau kapal yang ditawarkan warga sekitar.

Sementara terkait fasilitas, penginapan seperti bungalow pun tersedia di beberapa pulau, diantaranya di Pulau Balai dan Pulau Palambak Besar. Semoga perjalanan Anda berkesan menyingkap keelokan wisata di Pulau Sumatera.

Catatan kecil!

Perlu diingat saat berkunjung ke Kepulauan Banyak, khususnya di Pulau Palambak Besar wisatawan dilarang mengkonsumsi kepiting yang berkeliaran karena beracun.

 

Penulis : Candra Fivetya

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment