Kupang, Dataran Savanah Nan Memukau

“Selamat Datang di Negeri Flobamora”, itulah kalimat sambutan yang akan terbaca oleh Anda saat menjejakkan kaki pertama kali di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Istilah Flobamora, mungkin, terdengar asing di telinga. Namun, istilah tersebut justru mewakili provinsi di wilayah timur Indonesia ini. Sebutan Flobamora diambil dari nama keempat pulau yang berada di wilayah NTT, yaitu FLOres, SumBA, TiMOR, dan Alor.

 

Sunset di Teluk Kupang

Untuk mencapai pusat  kota Kupang, Anda bisa menumpang taksi dari Bandara. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan dataran savanah. Pepohonan terlihat kering dan berwarna kecoklatan. Ranting dan batangnya yang tak berdaun justru menampilkan eksotisme tanah Timor. Sesekali terlihat pohon lontar yang menjulang tinggi.

Anda pun akan melewati Jalan Raya El Tari yang merupakan salah satu jalan utama sebelum sampai di pusat kota. Sepanjang jalan ini terdapat kantor-kantor pemerintahan, termasuk Kantor Gubernur NTT. Karenanya, daerah ini disebut sebagai pusat pemerintahan. Dari Jalan Raya El Tari, Anda akan melalui jalan yang menurun cukup tajam karena pusat pemerintahan berada di dataran yang lebih tinggi.

Hingga akhirnya, sampailah Anda di pusat kota yang berada di tepi Teluk Kupang. Inilah pusat keramaian Kota Kupang. Terminal kota, pertokoan, dan taman kota tampak menawan dengan latar belakang Pantai Teluk Kupang. Saat sore menjelang, kawasan ini ramai dipenuhi muda-mudi Kupang yang ingin menikmati romantisme sunset.

 

Berburu Tenun Ikat

Berkeliling Kota Kupang, Anda bisa menggunakan angkutan kota, taksi, ataupun ojek. Angkutan kota Kupang yang disebut “bemo” oleh masyarakat setempat ini memiliki keunikan tersendiri. Bemo tampil sangat meriah dengan berbagai aksesoris dan dekorasi. Tak hanya itu, suara musik berdentum keras dari dalam bemo. Inilah “Diskotek Berjalan” ala Kota Kupang.

Sambil berkeliling kota, Anda bisa berburu tenun ikat khas NTT. Di kota Kupang, terdapat sekitar 200 sentra pengrajin tenun ikat. Salah satunya sentra tenun  ikat Ina Ndao di wilayah Naikoten I, Kota Kupang. Di sini, pembuatan tenun sudah dilakukan secara modern.

Jika Anda ingin menyaksikan sisi tradisional tenun ikat, bertandanglah ke Desa Baun, Kabupaten Kupang, yang merupakan sentra kerajinan tenun ikat tradisional. Pembuatan  tenun ikat di sini masih dilakukan secara tradisional dan memakan waktu berhari-hari. Proses pembuatan yang sangat rumit membuat tenun ikat tradisional ini berharga tinggi. Selain berburu tenun ikat, Anda pun dapat menelusuri jejak peninggalan sebuah kerajaan kecil di Desa Baun, yaitu Kerajaan Amarasi.

 

Surga Seafood

Selain tenun ikat, sasando juga menjadi salah satu daya tarik Kupang dan Pulau Rote—yang menjadi tempat asal alat musik tradisional ini. Bentuk alat musik petik yang terbuat dari bambu dan daun lontar ini sangat khas. Tidak hanya bentuknya, petikan senarnya mampu memainkan hampir semua jenis musik dengan alunan nada yang unik. Desa Oebelo menjadi salah satu sentra pengrajin Sasando di Kupang.

Berkunjung ke Kupang, tidaklah lengkap jika belum menjelajahi kuliner khasnya. Bagi penggemar seafood, Kupang tak ubahnya “surga seafood”. Ikan bakar berukuran besar bisa Anda nikmati dengan harga yang sangat bersahabat. Anda juga bisa memanjakan lidah dengan keunikan rasa olahan daging sapi asap dengan campuran susu dan rempah. Namun, untuk Anda yang muslim, sebelum menikmati masakan bernama daging se’i ini harus lebih teliti karena beberapa diolah dari daging babi. Yang tak kalah nikmat adalah jagung bose, berupa olahan jagung, sayuran, dan kacang-kacangan.

Masih banyak suguhan menarik lainnya dari Kupang yang sayang untuk dilewatkan saat Anda menyambangi kota ini. Anda bisa menikmati sunset di Pantai Lasiana (12 km dari Kota Kupang), kesejukan Air Terjun Oenesu yang bertingkat 4 (17 km dari Kupang), atau menghabiskan waktu sambil memancing di Pantai Tablolong (25 km dari Kota Kupang) yang dinobatkan sebagai “Pusat Olahraga Memancing Tablolong”.

 

Penulis : Dyota Tenerezza

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah ICON+NEWS Edisi Bulan Oktober 13 – 2010

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment