Liverpool, “Pesona Kota Pelabuhan dan The Beatles”

Inggris merupakan salah satu negara yang cukup berpengaruh di dataran Eropa. Negara dengan sistem kerajaan yang masih mengakar ini, memiliki nilai-nilai historis yang cukup tinggi. Berbagai kota yang ada di Inggris pun tak luput dari sorotan, dan salah satunya yang cukup terkenal adalah Liverpool sebagai kota pelabuhan nan indah, sekaligus tanah kelahiran legenda musik The Beatles.

Liverpool adalah sebuah kota dan distrik metropolitan di Merseyside, Inggris, yang terletak di sebelah tebing Timur Muara Sungai Mersey di bagian Barat Laut Inggris. Liverpool dibangun di kawasan berbukit rendah, dengan kawasan Bukit Everton setinggi 70 meter sebagai kawasan tertinggi.

Kawasan perkotaan Liverpool memanjang sampai ke Bootle and Crosby dalam daerah Sefton di sebelah Utara, dan sampai ke kawasan Huyton dan Prescot dalam daerah Knowsley disebelah Timur. Kota ini menghadap Wallasey dan Birkenhead di seberang Sungai Mersey di sebelah Barat, dan pusat kotanya terletak sekitar 8 kilometer dari Teluk Liverpool dan Laut Irlandia.

Di kota Liverpool, bermukim komunitas China dalam jumlah yang cukup besar. Menurut kabar, China Town atau Pecinan di Liverpool adalah yang terbesar di dataran Inggris, sehingga cita rasa Asia cukup menonjol di kota ini. Pada tahun 2008, Liverpool mendapatkan anugerah berupa gelar Ibukota Budaya Eropa (European Capital of Culture). Orang Liverpool biasa dipanggil “Liverpudlians” dan kerap mendapat julukan “Scousers” karena faktor aksen Inggris mereka yang sangat kental.

 

Kota Pelabuhan nan Indah

Pada akhir abad ke-19, Liverpool mengklaim dirinya sebagai Pelabuhan Kedua Kerajaan Britania (Second Port of the Empire), karena mengendalikan jumlah kargo paling banyak kedua setelah London. Selain itu, kota ini juga menjadi pusat perindustrian, namun pada abad ke-20, Liverpool kehilangan dasar perindustriannya dan akhirnya perekonomiannya pun merosot. Pun begitu, kini perekonomiannya telah berhasil naik kembali.

Kota pelabuhan di Inggris ini sungguh cantik. Meskipun lebih terkenal dikarenakan klub sepak bolanya, namun Liverpool mempunyai sudut lain yang bisa dilihat oleh para wisatawan. Sebagai kota pelabuhan yang eksotik dan kaya akan sejarah, Liverpool memiliki sentuhan arsitektur dan tata kota yang kesemuanya berpadu dengan apik dan indah.

Berbeda dengan kota-kota besar di Inggris Raya, kota ini tidak terlalu luas dan melintasi jalanan kota Liverpool terasa sangat menyenangkan. Selain terdapat taman-taman kota dengan aneka bunga berwarna-warni yang terawat rapi, ruang publik ini juga dikelilingi gedung-gedung tua yang terjaga keasliannya. Jalan-jalan kotanya lebar dan tidak terlalu padat pengunjung, lalu lintas kendaraannya pun tidak ruwet serta bagian-bagian menarik kota berkumpul dalam suatu lokasi yang tidak berjauhan.

Daya tarik Kota Liverpool akan semakin tampak memikat, jika melewatkan waktu menyusuri sungai Mersey yang membingkai kota ini dengan menggunakan kapal feri Liverpool Bay Cruise di kala senja. Pelayaran berdurasi 50 menit dengan biaya sebesar 6,5 Poundsterling atau sekitar Rp104 ribu, terasa begitu memikat untuk melihat suguhan visual panorama kota tersebut.

Saat gedung-gedung tua dan sebagian gedung baru yang berjejer di tepian sungai bermandi cahaya lampu, saat itulah kota Liverpool terlihat eksotik dengan refleksinya di perairan sungai. Di samping itu, kawasan Pier Head yang bercokol tiga gedung kuno utama dan kini dijadikan pusat warisan budaya dunia, yaitu gedung Liver, Cunard dan gedung pelabuhan Liverpool tampak begitu anggun dengan menara jam tuanya ketika disirami sorotan lampu.

Daerah tepian sungai Mersey (Merseyside) adalah titik penting sejarah kota. Tempat inilah yang memainkan peranan penting dunia maritim Liverpool, sehingga menguatkan predikatnya sebagai kota pelabuhan di Inggris. Tak cukup itu saja, pelayaran trans Atlantik dan lalu lintas laut yang menghubungkan daratan Inggris dengan pulau tetangganya Irlandia, berada di sini. Bisa dikata, bahwa maritim di tepian Mersey adalah poin utama untuk mengeksplorasi petumbuhan kota Liverpool dan daerah di sekitar pelabuhan yang memiliki warisan budaya di dunia pelayaran.

Kota Liverpool dulunya adalah kota pelabuhan dengan banyak kapal asing dari negara Eropa lainnya yang merapat di pelabuhan utamanya, yaitu Albert Dock. Sebagai pelabuhan yang dibuka tahun 1846, Albert Dock adalah pelabuhan pertama di dunia yang menggunakan direct loading ke warehouse, sekaligus pelabuhan pertama yang menggunakan crane hidrolik. Selain Albert Dock, terdapat pula beberapa dermaga terkenal lainnya di sini.

Tahun 1980-an, komplek Albert Dock berhasil direnovasi dengan deretan bangunan memanjang berbentuk segi empat yang mengitari danau. Di tengahnya, terdapat pulau buatan berbentuk peta pulau Inggris dengan gambar-gambar benda yang menjadi ciri khas daerah di daratan Inggris. Misalnya, daratan tengah Inggris yang disebut Midlands terdapat gambar keramik yang memang menjadi sentra kerajinan keramik di Inggris.

Selain kompleks wisata, pelabuhan dan warehouse, area Albert Dock juga menawarkan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Antara lain, The Beatles Story, museum maritim Merseyside, International Slavery museum, galeri seni Tate, Piermaster’s House, pusat hiburan dan tempat rekreasi lainnya. Dari berbagai tempat yang ditawarkan tersebut, tentu saja The Beatles Story paling menarik untuk dikunjungi yang sekaligus merangkap toko cinderamata.

Di areal Albert Dock, terdapat sebuah bangunan bernama The Pumphouse yang dulunya merupakan ruangan mesin uap di pelabuhan. Sekarang, The Pumphouse telah direstorasi dan diubah fungsinya menjadi restoran keluarga.

 

Wisata Sejarah
Tepat berada di seberang Liverpool Lime Street Station, terdapat Gedung St George’s Hall sebagai tempat pusat sejarah kota Liverpool yang berdisain arsitektur neo klasik dan pilar-pilar besar bergaya corinthian. Tempat ini sering digunakan pula sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara. Di depan St George’s Hall, terdapat pula sebuah bangunan klasik bernama Empire Theatre yang telah berdiri sejak tahun 1925. Ini merupakan bangunan kedua yang berdiri di lokasi tersebut pada masa itu, dimana berbagai pertunjukan kerap digelar di sini, seperti konser musik maupun opera.

Melangkah keluar dari Empire Theather, ditemukan Walker Art Gallery di sebelah kanan. Di sini, pengunjung bisa melihat koleksi seni kelas dunia, seperti lukisan dan patung. Eranya mulai dari jaman medieval, renaissance, serta lukisan goresan Rembrandt, Rubens, Millais, Rossetti, Turner, Holman Hunt serta koleksi kontemporer lainnya. Yang paling menyenangkan dari semua itu adalah tidak adanya biaya yang perlu dikeluarkan untuk memasuki galeri seni ini, sehingga pengunjung gratis masuk ke dalamnya.

Tak jauh dari galeri seni ini, terdapat World Museum Liverpool yang merupakan pilihan tepat bagi pelancong yang pergi dengan keluarga dan anak-anak. Bangunan lima lantai ini, menyimpan beragam koleksi yang membuat anak bisa mengenal sejarah dunia. Pelajaran menarik tentang kehidupan manusia, fosil dan binatang, tanaman, bebatuan, akuarium, astronomi, serta planetarium terangkum di museum ini. Sama halnya dengan Walker Art Gallery, museum ini pun menggratiskan biaya masuk bagi pengunjung.

Kejayaan dunia maritim Liverpool sangat terasa saat memasuki Museum Maritim Merseyside. Interior bangunannya didisain sedemikian rupa, dimana beberapa bagian seperti untuk tujuan pendidikan dibuat interaktif agar tidak membosankan. Dalam menikmati isi gedung ini bukan hanya aspek keindahannya saja yang ditonjolkan, namun juga lebih pada sisi penghayatan historisnya. Betapa tidak, di salah satu ruangan pengunjung disuguhi segala pernak pernik benda-benda yang pernah terdapat dalam kapal legendaris Titanic.

Di situ, tidak hanya terdapat replika kapal mewah dalam ukuran besar saja, namun juga beberapa benda-benda lain seperti jaket pelampung para penumpang yang terselamatkan, topi crew kapal, seragam pelaut, peralatan makan di Titanic, serta informasi lain seputar kapal yang pernah diklaim sebagai istana terapung tersebut. Konon, sebagian besar awak kapal Titanic berasal dari Liverpool.

Banyak hal yang bisa dipelajari oleh generasi masa kini di museum tersebut. Pengunjung seperti diajak menapak tilas sejarah Liverpool yang pernah menjadi embarkasi 9 juta emigran dalam kurun waktu seabad (1830-1930), saat menuju benua impian Amerika, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Begitu pula tentang sejarah perdagangan budak yang melakukan trans Atlantik, beserta sejarah kaum negro Afrika yang tidak bisa dilupakan begitu saja.

Kapal-kapal dagang yang memiliki peran dalam perang dunia ke-2 di Samudera Atlantik juga turut dipajang. Tak ketinggalan pula, replika kapal mewah saudara Titanic di jaman Edward, yakni Lusitania dan Britania yang sama-sama dibangun di galangan kapal Belfast, Irlandia Utara, ikut ditampilkan. Sejarah mencatat, bahwa kapal-kapal tersebut juga mengalami nasib tragis seperti Titanic, yaitu tenggelam di perairan dalam.

 

Kota Legenda The Beatles

Adalah fakta, jika banyak orang yang berkunjung ke kota Liverpool untuk menapak tilas  kehidupan empat pemuda tahun 1960-an, yakni John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr dan George Harisson personil  kelompok musik legendaris The Beatles. Pasalnya, semua hal yang berbau dengan grup musik ini dijadikan sebuah daya tarik turisme yang menggerakkan industri tanpa asap di kota tersebut. Sampai-sampai, nama vokalis utama The Beatles John Lennon, diabadikan sebagai nama bandara satu-satunya yang ada di Liverpool.

Tak jauh dari stasiun James Street, terasa sekali nuansa The Beatles yang sangat kental. Melewati deretan pertokoan yang berada di jantung kota, musik bernada rock’n roll The Beatles terdengar mengalun. Umbul-umbul dan spanduk yang menginformasikan berbagai acara berkaitan dengan The Beatles nampak memenuhi sudut jalanan, betapa roh The Beatles begitu kuat menyihir penggemarnya hingga kini.

Jika sedang beruntung bertepatan dengan digelarnya pekan festival internasional The Beatles, maka ribuan manusia dari berbagai ras dan umur serasa membanjiri kota Liverpool untuk ambil bagian dalam pesta rakyat tersebut. Festival ini adalah ajang terbesar dan merupakan perayaan musik tahunan terbaik mengenang kejayaan The Beatles. Puluhan kelompok musik lebih dari 20 negara, akan turut memeriahkan Susana dengan memainkan lagu-lagu The Beatles yang pernah populer. Festival tersebut selain dihadiri para selebritis kondang, juga diisi dengan acara pelelangan benda-benda memorabilia The Beatles, tur khusus, pemutaran film The Beatles dan workshop.

Wisata kota menyinggahi tempat-tempat yang mempunyai nilai historis dalam perjalanan karir musik The Beatles pun mampu menyihir keinginan pengunjung. Misalnya, berkunjung ke Mendips dan 20 Forthlin Road, yaitu rumah milik John Lennon dan Paul McCartney. Menurut cerita, dari rumah teras itulah para anggota The Beatles berkumpul, berlatih dan menulis banyak lagu.

Selain kedua tempat tersebut, terdapat tempat lain seperti Penny Lane, Strawberry Fields yang mempunyai catatan khusus karena banyak menginspirasi penulisan lagu The Beatles. Sementara itu, di jantung kota terdapat pula galeri seni Wall of Fame The Beatles di jalan Mathew, yang memajang lebih dari 50 edisi terbatas cakram emas The Beatles dan benda-benda pribadi lainnya.

 

Penulis : Abdullah Baraja

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Transmedia

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment