MagLev, Era Baru Kereta Peluru

Kereta peluru Shinkansen yang memiliki kecepatan super 320 kilometer per jam, kini bukan lagi primadona yang tercepat. Namun kini ada kereta lain yang mempunyai kecepatan hampir dua kali lipatnya, yakni Kereta MagLev.

 

Sang Super MagLev

Kereta MagLev merupakan singkatan dari Magnetically Levitated Trains. Kereta ini adalah jenis kereta api yang mengambang secara magnetik. Sering juga disebut kereta api magnet karena kereta tersebut tidak menggunakan roda melainkan menggunakan magnet. MagLev atau letivasi magnet adalah teknik mengangkat objek menggunakan prinsip magnet dalam Fisika Dasar. Dua kutub magnet yang sama akan tolak menolak dan yang berbeda akan tarik menarik.

Kereta ini dapat bergerak dikarenakan dibagian bawah masing-masing kaki kereta ada dua bagian magnet yaitu magnet penyokong atau Support Magnet yang merupakan magnet yang menarik kereta agar mengambang dan menggerakkannya. Sedangkan dibagian sisi-sisinya adalah magnet penuntun atau Guidance Magnet yang menjaga kereta tetap di jalur rel. Magnet penyokong dan penuntun dipasang pada kedua sisi sepanjang kaki kereta dan sistem kontrol elektronik untuk memastikan kereta melayang.

MagLev mengambang kurang lebih 10 cm di atas rel magnetiknya. Dorongan ke depan dilakukan melalui interaksi antara rel magnetik dengan mesin induksi yang menghasilkan medan magnetic di dalam kereta. Dengan tidak adanya gesekan dengan rel, menyebabkan kecepatan apapun bisa dicapai. Selain itu, suara di dalamnya juga jadi sangat tenang.

Kereta buatan Japan Railway (JR) Central  atau JR Tokai itu mampu melaju sangat cepat berkat teknologi magnet mencapai 500 km/jam hingga 600 km/jam, tentu lebih cepat dari Shinkansen yang pernah mendapat predikat sebagai kereta tercepat dapat melaju 320 km per jam.

 

Teknologi Magnet

Kecepatan MagLev sebagai kereta tercepat memecahkan rekor kecepatan dunia, saat diuji coba di dekat Gunung Fuji, kereta itu mampu melesat secepat 603 kilometer per jam pada 21 April 2015. Hebatnya lagi, teknologi pada kereta ini bukan dioperasikan oleh masinis. Tetapi dikendalikan oleh komputer di pusat pengendalian. Dengan mata normal, hampir mustahil melihat track rel dengan jelas pada kecepatan diatas 500 km per jam.

Sebagai gantinya, akan dipasang kamera di depan kereta untuk memonitor jika ada objek yang membahayakan di depan kereta dan kamera ini ditanam di ‘hidung’ kereta. Kereta ini bisa melaju cepat karena memang tak ‘mendarat’ di rel. Teknologi magnet membuatnya melayang di atas rel, sehingga lebih ringan untuk melajukan MagLev.

 

Prototype si MagLev

Jika dilihat kereta MagLev tampak seperti kereta Shinkansen. Hanya saja, di bagian masinis tak ada kaca. Moncong kereta lebih panjang dan kaca penumpang lebih kecil. Hal ini untuk mengurangi konsumsi kaca, yang juga mengurangi beratnya.

Untuk mengurangi konsumsi listrik yang digunakan sebagai bahan bakarnya, bagian tubuh MagLev akan menggunakan paduan aluminium yang kuat dan karbon serat-plastik yang biasa digunakan pada sayap pesawat terbang. Dengan material ini, maka kecepatan yang diraihnya bisa dimaksimalkan hingga 500-600 kilometer per jam.

 

Mimpi Nyata dari MagLev

Proyek pembuatan MagLev sedang berjalan sampai sekarang. Namun demikian, teknologi canggih dan pintar ini ternyata tak murah. Karena mahal, kereta jenis MagLev ini sempat diabaikan selama beberapa dekade. Untuk merealisasikan kereta MagLev, konon pemerintah Jepang harus merogoh kocek hingga US$ 64 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Jepang sendiri paling cepat mengoperasikannya pada 2027.

Memang harus ada harga yang dibayar mahal untuk suatu keajaiban baru. Walaupun teknologi kereta ini harus mengeluarkan biaya yang mahal, namun itu akan terbayar dengan kecanggihannya. Tidak perlu waktu yang lama untuk pergi ketempat yang jauh dan beberapa manfaat lainnya. Seandainya saja Indonesia memiliki kereta MagLev ini, pasti jarak bukan lagi masalah bagi semua orang.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment