Melesat dan Melayang Dengan Aerotrain

Di era millennium, sebuah benda bundar bagian dari alat transportasi yang dikenal dengan nama roda, sejak ditemukan pertama kali, terus “menggelinding” mempengaruhi revolusi kehidupan di planet Bumi. Roda berperan mendorong berkembangnya peradaban manusia,  menjadi faktor penggerak dalam revolusi industri dan telah membuat manusia bisa melakukan perjalanan dari dari satu tempat ke tempat lain.

Namun kemudian jaman berubah. Para ilmuwan kini telah mengembangkan penelitian untuk membantu manusia lepas  dari ketergantungan pada bahan bakar fosil. Para insinyur mengembangkan konsep-konsep baru yang  bisa mengubah cara kita bertransportasi. Tanpa diduga beberapa sistem transportasi baru tersebut menjauhkan generasi penerus kita dari penggunaan roda.

 

Bantalan Udara

Hasil pengembangan teknologi itu bernama Aerotrain , sebuah kendaraan lebih mirip pesawat yang bergerak melayang 10 cm di atas tanah, dengan kecepatan 220mil/jam (350 km /jam) . Menggunakan metode yang disebut “ground effect“, aerotrain mampu terbang di atas tanah dengan bantuan bantalan udara. Moda ini didukung sepenuhnya oleh angin dan energi surya serta desain karbon-nol yang secara signifikan dapat mengurangi gesekan yang tidak efisien, yang biasanya  terjadi rel KA konvensional.

Di sisi lain , Cina dan Asia kenyataannya sudah menggunakan kereta tanpa roda yaitu KA Maglev . Di Cina, jalur KA maglev saat ini menghubungkan Bandara Internasional Pudong Shanghai dengan Metro Shanghai, di mana mereka beroperasi melayang beberapa sentimeter di atas bumi. Aerotrain dan Maglev sebenarnya sama –sama melayang di atas tanah tapi ada perbedaan konsep teknologi.  Kereta Maglev memanfaatkan kekuatan elektromagnetisme paling besar yang ada pada magnet superkonduktor. Dalam kasus Aero-Train teknologinya menggunakan bantalan udara dan kekuatan efek tanah (sesuatu yang mirip dengan hovercrafts).

Aerotrain sebagai salah satu jenis KA efisien diperkenalkan pertama kali oleh GM (General Motors) Electro – Motive Division di pertengahan 1950-an. Seperti semua desain bodi kendaraan GM lainnya di era abad pertengahan , kereta ini pertama kali diperkenalkan di Styling Section GM . Chuck Jordan adalah Chief Designer pada proyek khusus perancangan Aerotrain ini. Eksperimen yang dilakukan adalah menggabungkan lokomotif EMD LWT12 ( US Patent D177,814 ), dengan seperangkat modifikasi truk GM dan bodi bus antarkota berdaya tampung 40 seat ( US Patent D179,006 ) yang dijalankan pada dua buah poros dengan sistem suspensi udara. Produk awal Aerotrain didemontrasikan melintasi jalur rel khusus sepanjang 600 ribu mil ( 970 ribu km ).

 

Operasional di Amerika

Mulai Februari 1956 di Pennsylvania Railroad, jalur yang menghubungkan New York City dan Pittsburgh, Pennsylvania , dioperasikan “Pensy Aerotrain”.  Berangkat dari New York pada 7:55 ; jadwal perjalanan 7 jam, 30 menit. Dari Juni 1956 sampai Juni 1957 Aerotrain juga dioperasikan di Philadelphia dan Pittsburgh.

Pada tahun 1956 Aerotrain ke 2 disewa untuk didemonstrasikan pada jalur New York Central yang melintasi antara Cleveland dan Chicago. Pada bulan Maret 1956 Aerotrain dieksperimenkan untuk perjalanan melintasi Atchison, Topeka dan Santa Fe Railway di California, dan rute San Diegan antara Los Angeles dan San Diego. Operasional kemudian dihentikan karena Aerotrain yang harus berganti setiap trip dan dibutuhkan lokomotif pembantu dari Sorrento Grade di utara San Diego .

Mulai Desember 1956 Union Pacific mengoperasikan  eks Aerotrain New York Central pada jalur Kota Las Vegas antara Los Angeles dan Las Vegas . Kereta itu akhirnya difungsikan sebagai KA komuter Chicago dari Chicago , Rock Island dan Pacific Railroad .

Aerotrain untuk jalur Washington Park dan Rel Kebun Binatang skala 05/08 dioperasikan sejak 1958. KA produksi GM tersebut diperkenalkan pada saat menurunnya pendapatan KA penumpang Amerika Serikat karena adanya persaingan dengan maskapai penerbangan dan mobil pribadi.

Namun meskipun menampilkan desain yang efisien, Aerotrain gagal memenuhi imajinasi publik Amerika.  Moda transportasi buatan GM yang menggunakan sistem bantalan udara ini terasa “kasar” saat dikendarai dan tidak nyaman. Lokomotif nya kurang bertenaga dan memerlukan perawatan yang rumit. Kedua Aerotrain tersebut  berakhir operasionalnya pada tahun 1966 setelah satu dekade melayani penumpang. Museum Transportasi di St Louis , Missouri , dan Museum Kereta Api Nasional di Green Bay, Wisconsin, menyimpan dua Aerotrain lawas tersebut.

 

Aerotrain Universitas Tohoko

Kejadian hampir mirip terjadi di Prancis. 40 tahun yang lalu negeri mode ini telah membuat  Aerotrain. Moda ini beroperasional dari tahun 1965 sampai dengan tahun 1977. Mereka bahkan berhasil memecahkan beberapa catatan kecepatan transportasi dunia, tetapi pada akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan semua penelitian karena mengubah semua kereta api untuk Aero-train terlalu mahal. Diperlukan rel trek khusus untuk mengoperasikan aero-train.

Penelitian berhenti selama beberapa dekade sampai Universitas Tohoku memulai sebuah proyek bernama “Nol emisi Aerotrain”.Tampaknya dari penelitian terbaru, Aerotrain jika dirancang dengan baik tidak memerlukan terlalu banyak energi. Ilmuwan Jepang memperkirakan bahwa menggunakan beberapa instalasi angin dipasang di sepanjang jalur kereta api akan mencukupi.

Protoype Aerotrain saat ini disimpan Universitas Tohoku di Jepang.  Mereka berharap dapat digunakan publik pada tahun 2020. Pada saat itu, Aerotrain Universitas Tohoku ini ditargetkan dapat melakukan perjalanan hingga  500 km/jam, melayang pada ketinggian10cm di atas tanah dengan kemampuan mengangkut 335 penumpang.

 

Penulis : M. Nurfitrianto

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Transmedia Edisi 1-2015

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment