Reportase 

Memasok Listrik Dengan Marine Vessel Power Plant

Pemerintah terus menggenjot pembangunan pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan sumber energi itu yang terus meningkat.

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kapal Pembangkit Listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) PT PLN (Persero) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (8/12). Pembangkit listrik terapung ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah listrik di beberapa daerah Indonesia. Hadir dalam peresmian tersebut Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Sumarno, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi mengatakan setiap berkunjung ke daerah-daerah, banyak yang mengeluhkan adanya pemadaman listrik. Menurutnya kapal pembangkit listrik tersebut bisa sebagai jalan keluar jangka pendek, sambil menunggu selesainya program listrik 35 ribu megawatt.

Jokowi menuturkan Indonesia merupakan negara Kepulauan yang memiliki 17.000 pulau. Menurutnya, pembangkit listrik di atas kapal merupakan pilihan tepat dalam memenuhi kebutuhan listrik. Seperti diketahui kapal ini bisa bergerak dari satu pulau ke pulau lain. Kapal itu akan berpindah setelah di wilayah tersebut pasokan listrik bisa dipenuhi dari pembangkit listrik yang ada di darat.

Presiden menambahkan bahwa dirinya mengatakan kepada pemilik Marine Vessel Power Plant agar lima kapal pembangkit listrik lainnya dibangun di Indonesia, karena ke depan kebutuhan akan kapal seperti ini sangat banyak. “Disampaikan oleh pemilik, mereka akan mengerjakannya di Indonesia, mungkin nanti joint dengan BUMN atau perusahaan dari Indonesia,” jelas Presiden.

Sementara itu Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, pihaknya menyewa Marine Vessel Power Plant (MVPP) buatan 2014 selama lima tahun. Kapal pembangkit listrik yang baru datang dari Turki ini akan menuju Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

“Program ini merupakan salah satu upaya PLN untuk memperkuat pasokan listrik di beberapa lokasi di Indonesia. Salah satunya di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang terhubung dalam sistem interkoneksi kelistrikan 150 kilo Volt (kV) Sulawesi Utara – Gorontalo,” papar Sofyan. Perjalanan MVPP ke Amurang diperkirakan akan memakan waktu sekitar tujuh hari sehingga power plant dapat beroperasi sebelum natal.

PLN juga akan mendatangkan power plant serupa untuk beberapa lokasi antara lain Sumatera Bagian Utara (240 MW), Kupang (60 MW), Ambon (60 MW) dan Lombok (60 MW).

Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh Kapal Marine Vessel Power Plant Karadeniz Powership Zeynep Sultan 120 MW diantaranya :

  • Engine dapat dioperasikan dengan dua bahan bakar, yaitu fuel jenis heavy fuel oil dan gas.
  • Capacity Factor (CFC) = 80%.
  • Titik interkoneksi disisi tegangan tinggi (70 kv/150 kv).
  • Dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
  • SFC yang digaransi sebesar 0,211 liter/kwh dan SGC yang digaransi 0,0080 MMBtu/kwh.

 

Penulis : Chairudi Bharata Dharma

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Fokus

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment