Reportase 

Mendorong Industri Wisata Bahari

Menteri Perhubungan (Menhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor PM 121 Tahun 2015 tentang Pemberian Kemudahan Bagi Wisatawan Dengan Menggunakan Kapal Pesiar (Cruisership) Berbendera Asing. Dalam peraturan tersebut, kapal pesiar asing (cruisership) berbendera asing dapat mengangkut wisatawan di pelabuhan dalam negeri. Kebijakan ini dapat menunjang pertumbuhan industri pariwisata bahari dalam negeri.

Pemberian izin diberikan kepada kapal asing yang mengangkut wisatawan yang melakukan perjalanan  dari dan keluar wilayah perairan Indonesia. diharapkan akan banyak wisatawan asing yang datang ke  Indonesia, dan ini menjadi potensi pemasukan devisa dari sektor pariwisata. Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang besar. Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan asing yang sampai kini masih belum terpublikasi secara baik.

Beberapa tempat wisata laut di perairan Nusantara tak kalah indahnya dengan perairan negeri tetangga Thailand maupun Malaysia yang sudah lebih dulu mengeksplorasi sektor kelautan sebagai objek wisata mereka. Dengan dukungan pemerintah melalui kelonggaran izin bagi kapal pesiar asing ini, maka industri bahari nasional bisa tumbuh dan berkembang baik.

Bagi wisatawan nusantara yang selama ini hanya naik cruiseship dari Singapura atau Puket Thailand, sekarang bisa naik dari pelabuhan-pelabuhan di dalam negeri. “Ada lima pelabuhan nasional yang jadi embarkasi atau debarkasi cruisership asing itu,” papar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit kepada Trans Media di Jakarta, belum lama ini.

Dalam PM Nomor 121 Tahun 2015, Pemerintah menetapkan lima pelabuhan nasional sebagai embarkasi dan/atau debarkasi untuk cruisership berbendera asing. Ke lima pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Priok Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak Jakarta, Pelabuhan Soekarno – Hatta Makassar dan Pelabuhan Benoa Bali.

Banyak operator cruisership dunia yang menanyakan kepastian tentang fasilitas dan kemudahan bagi cruisership asing yang akan mendatangi Indonesia.  Sedikitnya ada tujuh operator cruisership dunia yang telah menanyakan kepastian dari pemerintah RI terkait jaminan keselamatan, keamanan dan pelayanan pelayaran. ”Dengan adanya kebijakan baru ini, Indonesia akan memberi kemudahan serta jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran secara baik.”

Data kunjungan wisatawan asing menggunakan cruisership pada tahun 2013 sebanyak 81.372 orang dengan 57 kali kunjungan cruisership. Tahun 2014 naik menjadi 102.270 orang dengan 73 kunjungan cruisership dan sampai September 2015 sebanyak 106.653 orang dengan 61 kunjungan cruisership.

Sementara dari sisi pengusaha pelayaran, PM Nomor 121 Tahun 2015 mendorong para pengusaha pelayaran nasional untuk mengoperasikan kapal pesiar. Jika nanti pasarnya besar, maka akan ada pengusaha pelayaran nasional yang mengoperasikan cruisership juga. “Inilah yang akan terus kita dorong,” jelas Bobby.

 

Jaminan Keselamatan dan Keamanan Wisatawan

Jaminan keamanan akan dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi oleh kapal pesiar itu. Pengawasan kelancaran embarkasi dan debarkasi (pemberangkatan dan penurunan penumpang) kapal pesiar berbendera asing dilakukan oleh penyelenggara pelabuhan yang diatur dalam pasal 4 PM Nomor 121 Tahun 2014.  Pelayanan kepada kapal pesiar asing, penyelenggara pelabuhan wajib membuat standar operasional prosedur (SOP) tentang embarkasi dan/atau debarkasi wisatawan.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 121 Tahun 2015 untuk mendorong tumbuhnya industri pariwisata nasional terutama wisata maritim kapal pesiar. Industri pariwisata bahari akan lebih optimal dengan adanya kebijakan baru ini. Selama ini, para wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia salah satunya, Kapal Pesiar Dawn Princes Hamilton yang berpenumpang 2.000 turis. Kapal pesiar tersebut perah singgah di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, April 2015 lalu.  Para pelancong asing banyak yang berwisata di Borobudur dan destinasi lain di Jogjakarta dan Semarang. Kapal tersebut juga singgah di Tanjung Benoa Bali dan Lombok. Kapal Dawn Princess Hamilton London berpenumpang 2.000 turis ini adalah kapal terbesar yang pernah singgah di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Sebelumnya, sudah ada 12 kapal yang pernah singgah. Dengan peningkatan wisatawan ini, maka pendapatan di sektor wisata Jateng tentu naik secara signifikan.

Sedikitnya ada 27 kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Tanjung Emas selama 2015 ini. Dengan meningkatnya kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas, fasilitas yang ada di Terminal Penumpang akan lebih ditingkatkan bagi kenyamanan wisatawan.

Hal sama dilakukan oleh Pengelola Pelabuhan Indonesia III Surabaya. Pembangunan terminal penumpang kapal laut  Garbarata mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing yang singgah dengan kapal pesiar Seabourn Odyssey. Kapal Pesiar berbendera Bahamas Amerika Serikat itu pernah singgah di Pelabuhan Tanjung Perak pertengahan Maret 2015 lalu.  Kapal yang pernah sandar di Pelabuhan Tanjung Perak di bulan November 2014 lalu itu mengangkut 446 penumpang dengan crew kapal 342 orang.  Kunjungan Maret kemarin merupakan yang  ke enam kalinya di Kota Surabaya. Kunjungan pertama dilakukan pada Tahun 2012. Kemudian pada Tahun 2013 kapal tersebut bersandar sebanyak dua kali, serta dua kali di tahun 2014 dan pada 2015 ini dua kali.

Dhany R. Agustian, Kahumas Pelindo III Tanjung Perak mengatakan, kapal pesiar berbobot lebih besar bakal juga pernah sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, yakni MV Dawn Princess. Kapal tersebut singgah di Garbarata pada April 2015. Disusul kemudian kapal pesiar MV Sun Princess yang bersandar empat kali di akhir Tahun 2015.

Sebagai pengelola Terminal Penumpang Garbarata tempat sandarnya kapal pesiar tersebut, PT Pelindo III akan terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak. Targetnya kunjungan kapal pesiar dapat meningkat dari tahun ke tahun, sehingga Surabaya juga akan makin dikenal dan diminati oleh mancanegara. Selain itu kami mengharapkan pola sinergi dengan Pemerintah kota Surabaya agar dapat selalu ditingkatkan, terutama tempat-tempat wisata di kota Surabaya untuk lebih diperhatikan, baik dari sisi kenyamanan dan kebersihannya, sehingga wisatawan mancanegara dapat terkesan dengan Surabaya yang dijuluki sebagai Heroes of City –nya Indonesia.

Peningkatan kunjungan kapal pesiar di perairan nusantara akan menumbuhkan sektor pelayaran nasional yang mulai bergairah. Tak hanya pelayaran wisatawan asing, penumpang kapal domestik juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2015 ini, jumlah penumpang kapal laut menunjukkan tren kenaikan.

 

Penulis : M. Nur Cholis

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Transmedia

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment