Internasional 

Mengintip Palm Islands

Palm Islands merupakan kepulauan buatan manusia terbesar di Teluk Arab Dubai, Uni Arab Emirat (UAE). Selain indah dan mewah, kepulauan itu juga memiliki transportasi yang modern sebagai penyambung antara pulau satu dengan yang lainnya. Kepulauan modern tersebut kini menjadi destinasi para pelancong dari seluruh dunia.

Palm Islands, Surga Baru di Timur Tengah

Palm Islands atau Pulau Palem adalah sebuah kepulauan yang berbentuk seperti pohon palem yang dibangun dengan reklamasi tanah oleh Nakheel yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah Dubai. Pulau ini terdiri dari Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira. Palm Jumeirah atau Pulau Mahkota merupakan pulau berbentuk pohon palem yang terdiri dari batang serta 17 tangkai daun.

Ada beberapa pulau yang  berbentuk sabit mengeliling pulau Palm Jumeirah yang memiliki panjang 11 kilometer (km) dan berfungsi sebagai pelindung dari gelombang. Luas pulau sekitar 5 km x 5 km dan total areanya lebih besar daripada 800 lapangan sepak bola. Ide pembuatan pulau buatan tersebut awalnya dari Sheikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pariwisata di Dubai.

 

Monorail di Pulau Mahkota

Pada Palm Jumeirah atau Pulau Mahkota, transportasi utamanya menggunakan monorail walaupun dapat juga ditempuh menggunakan kendaraan lain. Jalur monorail ini akan menghubungkan Palm Jumeirah dengan daratan di Dubai dan diperpanjang hingga ke Jalur Merah Dubai Metro. Jalur monorail sepanjang 5.45 km mulai dibangun pada Maret 2006 dan dibuka pada Desember 2008. Pembangunan rel monorail selesai Juli 2008 dan jalur ini telah dibuka April 2009. Monorail dan relnya yang telah diuji coba ketika Oktober 2008, kini menjadi monorail pertama di Timur Tengah dengan tarif 25 Dirham rute pulang pergi.

Proyek pembangunannya pun telah menghabiskan dana yang besar sekitar US$400 juta, dengan tambahan US$190 juta untuk perpanjangan 2 km (1 mil) ke Dubai Metro. Palm Jumeirah Monorail menggunakan teknologi Hitachi Monorail. Jalur ini memiliki kapasitas sekitar 40.000 penumpang per hari, dengan pemberhentian setiap tiga menit pada jam sibuk dan setiap 15 hingga 20 menit pada jam santai. Adapun stasiun-stasiun di Pulau Palem adalah Atlantis di Palm Jumeirah, Trump Tower di Trump International Hotel and Tower (Dubai), Retail Plaza (sebelum Trump Plaza) dan Gateway Towers.

Selain Monorail, transportasi di Palm Islands ditangani oleh Island Transit. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Bush ini telah menyediakan layanan transportasi air ke Palm Islands yang memanfaatkan wilayah Knight dan Don Pedro. Island Transit milik Steve Bush bergabung dengan Palm Island Transit guna membuat sistem transportasi baru di seluruh pulau. Awalnya, waktu pengoperasian kendaraan mulai Senin sampai Jumat, pukul 07.00 pagi sampai 08.00 malam. Kini, Palm Island Transit beroperasi 7 hari dalam seminggu sejak pukul 06.30 sampai jam 10.00 malam, untuk Jumat dan Sabtu, jam operasi kendaraan hingga pukul 11.00 malam.

 

Kepulauan Handmade

Palm Islands dibangun kurang lebih sekitar empat tahun. Pembangunan Palm Islands menghabiskan dana sebesar $ 98.600.000 untuk dua belas juta pon batu dan lima puluh tiga juta pon pasir. Palm Islands memiliki 60 hotel mewah, 4.000 rumah villa, 1.000 rumah air dan 5.000 apartemen. Pulau ini pun menyediakan restoran, pusat perbelanjaan, fasilitas olahraga, spa kesehatan, bioskop dan tempat menyelam.

Di ujung Palm Jumeirah kita akan disuguhi bangunan megah dengan lubang besar berbentuk kubah di tengahnya. Bangunan tersebut adalah Hotel Atlantis. Hotel Atlantis konon tidak diperuntukkan untuk orang kaya biasa, melainkan ultra kaya karena tarif per-malam menginap di hotel ini sangat mahal. Berbagai fasilitas mewah dan menakjubkan tersedia di sini, termasuk menikmati suasana bawah laut yang mewah.

Proyek pembangunan Palm Islands telah menarik perhatian dunia diikuti oleh sejumlah pengembang raksasa dari Amerika dan China. Dengan luasnya yang sekitar 18 km persegi ini, Palm Islands akan dijadikan keajaiban ke-8 dunia jika seluruh proses pembangunannya berhasil diselesaikan. Palm Islands diharapkan akan menjadi pulau buatan, sekaligus kawasan wisata dan bisnis yang mampu bersaing dengan Hongkong dan Singapura, serta bersaing dengan kota peristirahatan dunia Las Vegas.

 

Penulis : Novita Puspa,

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment