M/V Tonsberg, Si Canggih Pengangkut Kargo Kelas Berat

M/V Tonsberg merupakan kapal roll-on roll-off (Ro-Ro) terbesar dan tercanggih yang pernah dibuat sampai saat ini. Kapal itu diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries di Nagasaki Jepang pada 2010, kemudian diluncurkan oleh pemiliknya Grup Wallenius Wilhelmsen Logistics di Norwegia pada Maret 2011. Peluncuran itu bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-150 perusahaan tersebut.

Kapal Ro-Ro generasi terbaru yang mulai dioperasikan pada 2012 ini adalah bagian dari Wallenius Wilhelmsen Logistics Round the World (RTW) Liner Service. Layanan RTW merupakan perjalanan 110-120 hari dari Eropa ke Pantai Timur AS, Pantai Barat AS, Oceania, Asia Tenggara, Timur Jauh, melintasi samudera Atlantik sampai kembali lagi ke Eropa.

Pada Juni 2012, M/V Tonsberg telah mendapatkan penghargaan Ship of the Year 2011, dari Japan Society of Naval Architects and Ocean Engineers (JASNAOE), berkat kemampuan efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungannya.

 

Spesifikasi Umum

Ukuran M/V Tonsberg yaitu: panjang 265 meter, lebar 32,26 meter, dan tinggi 33,22 meter.  Beratnya adalah 76.500 GT, lalu kapasitasnya 5%-7% lebih tinggi daripada kapal Ro-Ro Mark IV. Sementara, total ruang dek adalah 50.335 m2.

M/V Tonsberg diperkuat satu pengontrol kecepatan elektronik, dua mesin utama, dan didorong oleh satu pendorong tetap. Tenaga listrik disokong oleh sebuah generator Steam Turbine dan Generator Shaft pada kondisi laut yang normal. Sedangkan, di pelabuhan dan selama manuver, listrik didukung oleh tiga set generator pembantu (masing-masing 2400 W). Semua sistem penunjang dan tangki bensin telah diatur untuk bisa beroperasi menggunakan Low Sulphur Heavy Fuel Oil dan Marine Diesel Oil.

Tenaga pendorongnya adalah 7 mesin silinder MAN B&W, yang levelnya telah diturunkan dari 22.890 kW ke 20.100 kW MCR pada 108 rpm; didorong oleh 6 baling-baling pisau berdiameter 7,3 meter; ditambah 2 pendorong Kawasaki 2500 kW (masing-masing satu di haluan dan buritan kapal. Kecepatan dalam servisnya adalah 20,25 knot.

Sedangkan, untuk desain kapal, M/V Tonsberg dilengkapi kamar mesin buritan, dek penambat di depan dan buritan pada dek 5 dan ruang kemudi untuk memberi ruang pada kargo dek cuaca. Akomodasi untuk sekira 36 kru kapal dibagi atas dua tempat pada dek cuaca; satu untuk ruang publik dan kantor, serta satu untuk ruang istirahat dan rekreasi kru.

Dek 5 kapal tersebut kedap air untuk menyediakan pencegahan air masuk ke kapal, untuk tambahan kepada dek freeboard (dek 4). Lambung kapal dibangun dengan double ship ke dek 5. Tangga ke ruang kemudi, gangway, bungker, dan sekoci penyelamat diatur pada satu jalur berkelanjutan pada dek 5 di masing-masing sisi kapal.

Tujuan utama dari desain tersebut  yakni bentuk lambung kapal yang optimal untuk memberikan stabilitas bagus dan resistansi rendah, transportasi ekonomis dan penanganan kargo dengan efisien dan aman, serta berpengaruh bagus terhadap lingkungan.

 

Kapasitas Angkut

Kapal Ro-Ro ini sanggup membawa volume kargo sampai 138.000 m3 di atas enam dek tetap dan tiga dek yang bisa diangkat dengan mesin derek listrik untuk fleksibilitas dan utilitas maksimal. Dek utamanya sendiri memiliki tinggi yang tak tertandingi, yakni 7,1 meter, sehingga memungkinkan mengangkut kargo yang tinggi dan berat, semisal excavator, bulldozer, dan harvester, serta Non Containerised Cargo (NCC), break bulk, Special Project Cargo dan mobil-mobil.

 

Ramah Lingkungan

M/V Tonsberg yang merupakan salah satu dari empat jenis kapal Mark V Class yang dimiliki Grup Wallenius Wilhelmsen Logistics, menggunakan bahan bakar yang lebih efisien 15%-20% jika dibandingkan dengan kelas-kelas kapal sebelumnya. Sistem Turbo Generator yang dipakai kapal ini diestimasi akan menurunkan konsumsi bahan bakar tahunan sekira 5%-6%. Kemudian, CO2, SOX dan emisi partikel pun akan turun secara proporsional; dan emisi NOX diperkirakan turun sekira 3% per tahun. 5 ppm lambung pemisah air dan biodegradable stem tube oil juga berkontribusi mengurangi emisi ke laut. Sistem dan peralatan lainnya juga sudah didesain untuk meminimalisir konsumsi energi.

Penghematan ini dapat tercapai dengan mengoptimalisasi bentuk lambung kapal untuk memberikan resistansi mininum di air tenang dan ombak, serta menggunakan beberapa fitur penghemat energi, termasuk sebuah kemudi streamlined, desain ekor bebek dan recovery sisa gas panas. Tes terhadap optimalisasi lambung kapal dan model tangki yang ekstensif sudah dilakukan untuk memastikan kinerja yang bagus.

Perhatian khusus terhadap lingkungan laut termasuk dengan pemasangan pelindung pada semua tangki bahan bakar untuk meminimalisir risiko tumpah ketika berlabuh ataupun menabrak sesuatu. Sementara, sebuah sistem penyeimbang udara Unitor juga dipasang untuk menghindari pemindahan mikroorganisme berbahaya ke laut terbuka. Kapal Ro-Ro ini juga dibangun dengan status voluntary class CLEAN dan dikirimkan dengan CLEAN PASSPORT (sebuah inventaris dari semua material yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia juga lingkungan, yang digunakan pada pembangunan kapal).

 

Penulis : Ria E. Pratiwi

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Lintas Nusa Edisi 26 – 2016

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment