Nenek dan Pesawat Tempur Spitfire

Usia 92 tahun tidak membuat Joy Lofthouse gentar saat menerbangkan pesawat tempur jenis Spitfire. Kehebatannya itu membuatnya dikagumi oleh banyak orang.

Joy Lofthouse adalah seorang nenek yang telah berusia 92 tahun. Perempuan berkebangsaan Inggris ini adalah seorang pilot pada era Perang Dunia ke II. Ia adalah salah satu perempuan yang terpilih dari 164 pilot pada kesatuan tambahan Air Transport Auxiliary (ATA) Kerajaan Inggris semasa Perang Dunia II. Ia pun bergabung dengan tim elit perang Inggris.

Lofthouse memilih untuk menjadi pilot pesawat tempur ketika usianya sekitar 22 tahun. Pada saat itu pekerjaan sebagai pilot pesawat tempur sangatlah dibutuhkan. Hal itulah yang menarik minatnya untuk ikut berkontribusi dalam memenangkan pasukan Inggris dari Perang Dunia ke II. Pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan keberanian tersebut akhirnya digelutinya. Walaupun ia adalah seorang perempuan, namun tidak ada diskriminasi seks ketika ia menjalankan tugasnya.

Sebagai salah satu anggota Kesatuan ATA yang membantu para pilot pesawat tempur Kerajaan Inggris, ia ditugaskan untuk mengantarkan pesawat dari pabrik menuju ke daerah pemukiman pesawat tim elit perang Inggris. Pengiriman pesawat-pesawat tempur milik Angkatan Udara dan Angkatan Laut dilakukan dari pabrik-pabrik pesawat tempur ke bagian pemeliharaan ataupun ke skuadron di garis depan. Ia pertama kali menerbangkan pesawat Spitfire sekitar 1943.

Sebagai seorang pilot pada era perang, sudah menjadi tugasnya untuk menerbangkan pesawat tempur. Dalam pengoperasian pesawat tempur dibutuhkan waktu hanya 30 menit namun resiko kematiannya sangatlah tinggi. Apalagi saat keadaan perang, satu dari enam pilot akan mengalami musibah atau diserang oleh lawan. Walaupun ia seorang perempuan, ia tidak gentar dalam menjalani tugasnya tersebut.

Lofthouse  juga menjadi salah satu dari beberapa pilot perempuan untuk pesawat Spitfire yang masih hidup. Pada awal 2015, Lofthouse mendapatkan kesempatan untuk kembali menerbangkan Spitfire. Acara tersebut dipersembahkan untuk mengenang jasa-jasanya sebagai pahlawan perang. Perempuan itu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia menerbangkan pesawat tempur Spitfire ke langit lagi dengan bantuan dari co-pilot di Akademi Penerbangan Boultbee di Chichester.

Walaupun sudah terhitung hampir 70 tahun setelah Perang Dunia ke-II yang telah usai, perempuan ini ternyata masih belum kehilangan kemampuannya dalam menerbangkan pesawat tempur Spitfire. Perempuan tangguh itu memang sadar dengan usianya yang tidak semuda seperti saat ia menerbangkan pesawat tempur Spitfire pada 70 tahun lalu. Namun meski demikian perempuan berumur 92 tahun mengaku sangat senang menikmati perjalanan mengemudi pesawat tempur Spitfire itu. Ia juga terlihat menunjukkan senyuman lebar dari wajahnya ketika dia menerbangkan Spitfire.

“Aku merasa muda lagi, saat aku mengendarainya,” tutupnya dengan wajah bahagia.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment