Reportase 

Pegadaian dan Yamaha Kembangkan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Tekad manajemen untuk menjadikan Pegadaian solusi bisnis terpadu terus dibuktikan dengan berbagai inovasi. Pegadaian kini terus tumbuh dengan beragam inovasi produk dan layanan yang dilakukan. Masyarakat kini dapat memiliki kendaraan bermotor dengan program pembiayaan dengan skim syariah.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Pegadaian melakukan Launching Amanah Chanelling di Pasar Bersih Karawang yang berlokasi sekomplek dengan Kantor Cabang Pegadaian Karawang pada hari Jumat (16/09/2016).

Selain itu pada acara tersebut juga dilaksanakan penandatangan kerjasama Pegadaian dengan Yamaha yang dilakukan oleh Direktur Pengembangan Produk dan Pemasaran PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo dan Direktur Utama PT Batavia Bintan Berlian Netty Suarty. Penandatangan disaksikan oleh Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacture (YIMM) Dyonisius Bety.

 

Perluas Jangkauan

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Riswinandi dalam sambutannya menyatakan bahwa produk pembiayaan kendaraan bermotor (Produk Amanah) merupakan produk yang dicetuskan oleh SBU Syariah. Untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada nasabah, produk ini juga dipasarkan di Pegadaian konvensional dengan sistem Chanelling.

Perihal dana yang akan dikucurkan untuk program pembiayaan ini Riswinandi menyebut bahwa tergantung kepada pertumbuhan penjualan yang nanti dialami. Bagaimana pun Program Amanah merupakan bagian dari program kredit yang disalurkan bagi masyarakat. “Untuk pengeluaran kredit sampai akhir tahun akan mencapai Rp.35 triliun. Sementara progres saat ini sudah mendekati Rp.34 triliun” ujar Riswinandi.

Di sisi lain, Jeneral Manajer SBU Syariah Rully Yusuf menyampaikan, Amanah merupakan produk Pegadaian berupa pembiayaan pemilikan kendaraan motor baik sepeda motor atau mobil, baik baru maupun bekas pakai. “Saat ini produk Amanah baru dilayani di outlet-outlet Pegadaian Syariah sebanyak 611 outlet. Dengan sistem chanelling ini, kami menargetkan pada akhir tahun ini dapat dilayani di 3.250 outlet baik konvensional maupun syariah yang tersebar di seluruh Indonesia” kata Rully

Dengan produk ini nasabah dapat memiliki sepeda motor dengan uang muka minimal 20%, pinjaman dapat diangsur selama 36 bulan. Sedangkan untuk mobil uang muka minimal 25% mobil jangka waktu 60 bulan. Khusus untuk sepeda motor atau mobil bekas pakai, pembiayaan dilayani untuk sepeda motor tahun produksi maksimal 6 tahun pada saat lunas. Sedangkan untuk mobil maksimal 10 tahun pada akhir pelunasan. Berikutnya Pegadaian juga akan mengembangkan tidak hanya penjualan kendaraan bermotor tetapi juga service dan sebagainya.

 

Respon Pasar Bagus

Sebenarnya layanan pembiayaan kendaraan bermotor itu sejak awal sudah mendapat respon pasar yang cukup bagus. Hasil penjualan sepeda motor ketika hanya menggunakan Amanah dari 611 outlet, sudah dapat mencapai Rp 73 miliar dari penjualan 2.700 unit. Padahal targetnya dari awal 2016 hanya 2.500 unit. Ini mengisyaratkan minat masyarkat yang tinggi terhadap pembiayaan tersebut, karena meskipun hanya menggunakan unit syariah saja sudah bisa melewati target.

Dengan adanya program Channeling maka harapan akan penjualan kendaraan bermotor  menjadi lebih besar lagi. Bertambahnya jumlah outlet menjadi 3.250 menyebabkan diperbaruinya  target untuk tahun ini yaitu diharapkan terjual lagi sejumlah 2.500 unit, sehingga total di akhir tahun dapat terjual 5.200 unit.

 

Jaminan Ketersediaan

Perkiraan tingginya permintaan sepeda motor hasil dari Amanah Channeling tentu membutuhkan ketersediaan sepeda motor yang memadai, Untuk menjamin ketersediaan sepeda motor Yamaha guna memenuhi permintaan nasabah secara tepat waktu, Pegadaian menjalin kerjasama dengan dealer resmi sepeda motor Yamaha PT Batavia Bintan Berlian. Direktur I Pegadaian Harianto Widodo menjelaskan bahwa melihat permintaan pembiayaan dengan hadirnya Amanah akselerasi pertumbuhannya cukup baik. ”Hanya yang menjadi kendala adalah suplai kendaraan bermotor. Namun dengan adanya kerjasama ini suplai (kendaraaan bermotor) akan menjadi lebih cepat” jelasnya.

Dyonisius Bety menyatakan Yamaha merasa bangga dapat bekerjasama dengan Pegadaian. Dengan jumlah nasabah Pegadaian sekitar 7 juta orang, ini merupakan potensi bagi Yamaha untuk meningkatkan penjualan. Apalagi jaringan Pegadaian saat ini sebanyak 4.455 outlet tersebar di seluruh Indonesia, tentu akan sangat mendukung distribusi produk Yamaha. “Kerjasama ini memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak, baik Yamaha maupun Pegadaian. Kami berharap ke depan dapat dikembangkan tidak hanya di Provinsi Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, tetapi dapat menjangkau di seluruh wilayah Indonesia” ujarnya

Berapapun jumlah unit Yamaha yang dibutuhkan akan bisa disediakan. Karena kapasitas produksi Yamaha itu mencapai dua juta unit. “Belum lagi kapasitas untuk ekspornya. Melihat kebutuhan yang sekarang terlihat masih bisa dipenuhi” kata Dyonisius.

 

Variasi Harga

Sepeda motor yang ditawarkan lewat program ini memang memiliki banyak variasi harga, dari yang terendah hingga tinggi. Maka Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang mengadakan pembiayaan kendaraan bermotor dengan memiliki banyak produk akan lebih bisa melayani semua segmen.

Menurut Dyonisius Bety Produk Yamaha yang ditawarkan dalam kerja sama ini terdiri dari berbagai varian dengan harga bervariasi dari Rp.19 juta sampai Rp. 600 juta untuk segala kalangan. “Sepeda motor Mio dengan harga 15-16 jutaan ada. Diikuti harga  16-17 juta, 17-18 juta, dan seterusnya. Sebagaimana halnya merk jupiter, Vega dan sebagainya” katanya.

Diakui Dyonisius dari segi penggunanya, sepeda motor Yamaha banyak didominasi para pekerja. “Memang produk yang berharga rendah paling banyak peminatnya, semakin tinggi harganya semakin segmented” katanya. Ia mengatakan bahwa nasabah Pegadaian itu mungkin awalnya adalah menengah ke bawah, tetapi saat ini menengah ke atas pun sudah banyak yang tertarik bergabung dengan Pegadaian.

Perihal arah pelayanan Harianto menyebut bahwa memang arahnya kepada masyarakat menengah ke bawah. Meskipun bagitu dalam kenyataannya masyarakat menengah ke atas pun berminat dengan layanan Pegadaian. Hal tersebut terlihat dari produk sepeda motor yang dipesan tidak hanya terdiri dari yang murah saja, “Yang laku memang banyak yang harganya sekitar Rp.10 juta, namun ada juga yang memesan jenis R250 yang mencapai Rp.100 juta. Ini adalah pilihan” ujar Harianto

 

Beberapa Keuntungan

Selanjutnya Dyonisius menjelaskan keuntungan dari kerja sama ini bagi para nasabah yang membeli kendaraan bermotor. Selain memakai sistem Business to Bussiness (B2B) kerjasama ini juga mengutamakan pelayanan. Karena Pegadaian di dalam pelayanannya menerapkan sistem yang mudah dan jelas, maka proses pembiayaan berjalan cepat.

Sementara dibandingkan dengan pelayanan di luar (di tempat lain) untuk survey kelayakan pembiayaannya saja membutuhkan waktu 5 hari, baru memperoleh persetujuan. “Di Pegadaian hanya membutuhkan waktu dalam hitungan jam. Jadi para pembeli mendapatkan kepastian pembelian dalam waktu yang singkat saja” tandas Dyonisius.

Keuntungan berikutnya adalah ketersediaan barang. Apabila membeli di luar dan barangnya belum ada maka untuk pemesanan indent terdapat kemungkinan tidak memperoleh kejelasan. Barang bisa didapat dua bulan kemudian atau lebih daripada itu.

Tapi kalau di Pegadaian itu bisa dijanjikan dengan kuota. Misalnya 1 bulan mendapat kuota dari Yamaha sekian ratus ribu unit. Sehingga dengan persedian sebanyak itu Pegadaian mampu menjanjikan bahwa barangnya akan datang dalam hitungan hari atau minggu.

Di dalam pembiayaannya pun terdapat kemudahan yaitu berupa cicilan yang relatif ringan. Di samping itu terdapat layanan aftersales serta keuntungan lainnya. “Jadi dengan adanya kerja sama ini akan mendapat banyak manfaat diperoleh bagi pelanggan serta nilai tambah” kata Dyonisius.

Lewat kerja sama ini Dyonisius memperkirakan terjadinya multiplyer effect pada bisnis yang dijalankan Pegadaian. Sehingga ketika nasabah datang ke Pegadaian, ia bisa saja tidak hanya melakukan kegiatan gadai saja namun mungkin berminat pula kepada pembiayaan kendaraan bermotor atau servicenya atau lainnya.

 

Penulis : M. Nurfitrianto

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Pegadaian

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment