Hijau 

Pelabuhan Teluk Lamong, Pelabuhan Futuristik dan Go Green Pertama di Asia

Surabaya yang terkenal dengan Kota Pahlawan ternyata memiliki pelabuhan besar dan menggunakan teknologi canggih. Kota tersebut haruslah berbangga hati dengan fasilitas transportasi yang dimilikinya tersebut, yaitu Pelabuhan Teluk Lamong. Terminal itu terdapat di pelabuhan yang berada di perbatasan antara Surabaya dengan Gresik dan menjadi salah satu penunjang dari Pelabuhan Tanjung Perak yang telah beroperasi sebelumnya.

Kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh Pelabuhan Teluk Lamong menjadikan pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan dengan sistem keempat di dunia, pertama di Asia dan Indonesia. Bagaimana tidak? Pelabuhan Teluk Lamong terlihat futuristik dan memiliki crane berukuran besar yang impor dari Eropa, truk, serta forklit sebagai fasilitas pelengkap di pelabuhan. Sistem kerja crane dilakukan secara otomatis dengan menggunakan tenaga listrik dan dioperasionalisasikan melalui satu mesin canggih di suatu ruangan.

Selain itu, pelabuhan modern tersebut mampu melayani kapal besar yang memiliki bobot hingga 5 juta TEUs. Bahkan, sistem kerja yang diterapkan pada Pelabuhan Teluk Lamong berbeda dengan sistem kerja yang ditetapkan oleh pelabuhan lainnya, seperti halnya mengenai kendaraan yang berlalu-lalang di area pelabuhan hanya diperbolehkan untuk truk kontainer atau kendaraan yang mengangkut bahan bakar.

Hal itu ditujukan agar area pelabuhan tidak dipadati dengan transportasi lainnya, karena pelabuhan tersebut menerapkan konsep pelabuhan ramah lingkungan. Dengan demikian, truk kontainer yang diperbolehkan melintas hanyalah yang berbahan bakar gas saja. Rencananya, area pelabuhan tersebut akan dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Apabila terdapat truk pengangkut kontainer yang tidak berbahan bahan bakar gas harus melakukan transfer area di depan pelabuhan yang nantinya akan diangkut dengan truk berbahan bakar gas milik pelabuhan.

Pelabuhan yang menghabiskan biaya sebanyak Rp 23,4 triliun tersebut juga masih melayani kapal-kapal domestik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang diperbolehkan beroperasi di area pelabuhan, hal itu dapat membantu sistem pengeluaran barang jauh lebih cepat. Pasalnya, selama ini yang menjadi momok permasalahan di pelabuhan adalah dwelling time yang memakan waktu dan biaya yang cukup besar untuk bongkar muat logistik. Namun, di Pelabuhan Teluk Lamong menjanjikan zero dwelling time.

Adapun spesifikasi fasilitas yang dimiliki oleh pelabuhan yang dibangun sejak 2010 hingga 2014 tersebut di meliputi :

  1. Dermaga ukuran 500 x 80 m² dengan 10 gerbang keluar-masuk;
  2. Memiliki area kantor dan lahan parkir seluas 7,2 hektar (ha);
  3. Memiliki lapangan penumpukan peti kemas sebesar 15,86 ha;
  4. Memiliki lapangan curah kering seluas 6 ha

Selain itu, Pelabuhan Teluk Lamong juga dilengkapi dengan sistem Ship to Chore Crane (STS), Combined Terminal Trailer (CTT), serta Straddle Carriers (SC). Seluruh teknologi yang digunakan untuk alat bongkar-muat menggunakan tenaga listrik yang memiliki standar emisi EURO 4 (terkecuali CTT dan SC). Dengan menanamkan konsep penggunaan bahan bakar gas pada kendaraan operasional pelabuhan diharapkan dapat mempengaruhi perubahan perilaku dari penggunaan bahan bakar minyak yang menguras subsidi negara dan menjadikan bahan bakar gas sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

Pakar transportasi laut dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Firmanto Hadi mengatakan bahwa kebijakan penggunaan energi gas yang digunakan sebagai bahan bakar transportasi di pelabuhan dapat memberikan dampak positif bagi perubahan sistem transportasi ramah lingkungan. Indonesia saat ini memiliki tiga pelabuhan yang mendapat pengakuan ISO 14001 sebagai pelabuhan ramah lingkungan, antara lain adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, serta Pelabuhan Benoa Bali.

Sedangkan, untuk pelabuhan ramah lingkungan terbaik di dunia adalah Pelabuhan Long Beach Amerika yang merupakan pelabuhan dengan memberlakukan kebijakan penurunan emisi dan standar operasi ramah lingkungan, serta menanamkan investasi luar biasa dengan berbagai upaya lingkungan hidup di lingkungan Long Beach.

 

Penulis : Anita Nur Fitriany

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment