Pemuda untuk Pembangunan Bangsa

Kemajuan bangsa dan negara, tidak terlepas dari peran pemuda-pemudi. Untuk itu, sangat penting menjaga semangat persatuan dan kesatuan para generasi bangsa.

Pemuda-pemudi sebagai generasi muda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam perkembangan pembangunan bagi  bangsa dan negara. Baik buruknya suatu negara, dapat  dilihat dari kualitas pemudanya, karena mereka adalah generasi penerus yang harus mempunyai karakter kuat untuk membangun negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan  sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara. Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo pada 1908, Sumpah Pemuda pada 1928, proklamasi kemerdekaan pada 1945, pergerakan pemuda, pelajar, serta mahasiswa pada 1966 dan 1998 yang meruntuhkan  kekuasaan Orde Baru sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Menyadari pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa, PLN selalu melibatkan generasi muda pada seluruh proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan cara terus menjaring tenaga kerja muda. Pada 2016, ada sebanyak 5.425 calon tenaga kerja muda yang dibutuhkan PLN untuk menunjang proyek pembangunan Program 35.000 Megawatt (MW), 46.000 kilometer-sirkuit (kms) Transmisi, dan 1.375 Gardu Induk (GI) berkapasitas 108.789 Mega Volt Ampere (MVA). Target para calon tenaga kerja tersebut ialah para pemuda-pemudi yang baru lulus di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Strata 1 atau 2.

Hingga pertengahan 2016 ini, PLN telah mengangkat sedikitnya 3.000 tenaga muda baru. Rekrutmen yang dilakukan secara bertahap tersebut telah mencapai lebih dari 72%. Diharapkan, rekrutmen pegawai dapat mencapai 101% pada Desember 2016.

Seluruh calon tenaga muda tersebut nantinya akan disaring dengan mengikuti beberapa tes. Hal ini dimaksudkan agar calon pegawai PLN tersebut cerdas secara intelektual dan juga mampu berkomunikasi dan teamwork yang baik.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment