Reportase 

Perbaikan Procurement Industri Hulu Migas

Di lingkungan industri hulu migas, kegiatan procurement (pengadaan) baik peralatan maupun fasilitas,  termasuk  di dalam perihal non teknis. Meskipun non teknis, namun pengadaan memiliki pengaruh besar terhadap proses selanjutnya. Di dalam kondisi terkini saat industri hulu migas masih terkena dampak harga minyak yang belum kondusif,  pengadaan menghadapi permasalahan tersendiri.

“Di pengadaan ini masalahnya adalah rendahnya kualitas peralatan dan keterlambatan pengiriman peralatan tersebut”  kata Kepala Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amin Sunaryadi pada acara IPA (Indonesian Petroleum Association) Luncheon Talk di kantor SKK Migas (17/2). Menurut Amin, apabila hal  tersebut berlangsung lama akan berdampak serius. “Jika kedua hal ini  berlangsung terus selama bertahun- tahun maka dapat mengakibatkan unplanned shut down (berhentinya kegiatan operasi dengan tidak direncanakan)” ujar Amin.

Dari tingkat kepentingannya, Amin mengakui permasalahan pengadaan termasuk ke dalam salah satu permasalahan besar di hulu migas.  Dalam hal ini beberapa K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) telah mencoba melakukan langkah tententu mengatasi hal tersebut .“Kami mengucapkan terima kasih kepada MEDCO serta K3S lainnya, karena telah berupaya melakukan trial berbasis data vendor yang tersentralisasi dan terintegrasi. Ini akan memperbaiki sistem pengadaan secara keseluruhan” jelas Amin.

Di samping  pengadaan, terdapat masalah non teknis lain yang menjadi tantangan untuk dituntaskan, diantaranya tentang akuisisi lahan dan perijinan, yang mengalami penundaan dari Kementrian Lingkungan Hidup. Penundaan perijinan tersebut terkait dengan efek kegiatan hulu migas seperti eksplorasi maupun produksi, terhadap lingkungan hidup. Amin menyampaikan bahwa SKK Migas dalam hal ini telah menugaskan kepada Mulyana, Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas untuk melakukan pembahasan dengan Kementrian Lingkungan Hidup demi mendapatkan solusi perijinan tersebut.

Penyerapan gas domestik yang rendah dan perpanjangan kontrak K3S menjadi permasalahan non teknis berikutnya yang dipaparkan Amin. Dijelaskan olehnya bahwa ketidaksiapan infrastruktur menyebabkan serapan domestik untuk gas belum mencapai angka yang diinginkan. Sementara tentang perpanjangan kontrak, Amin menghimbau agar K3S yang masa kontraknya tinggal beberapa tahun lagi, untuk secepatnya menghubungi SKK Migas membicarakan perpanjangan kontrak.

 

Penulis : M. Nurfitrianto

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Website SKK Migas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment