Internasional 

Pertama di Dunia, Pesawat Utuh Hasil Cetakan Printer 3D

Teknologi kini semakin berkembang dengan pesat. Bayangkan saja, terdapat pesawat yang di cetak dari mesin printer mampu untuk terbang. Pesawat tersebut nantinya akan menjadi cikal bakal masa depan dunia penerbangan dengan penghematan waktu, bahan bakar, dan biaya.

 

Pesawat Thor

Pameran Dirgantara International Aerospace Exhibition and Air Show di Bandara Schoenefeld, Berlin, Jerman baru-baru ini menampilkan pesawat terbang yang mungil namun sangat menarik perhatian. Walaupun panjangnya tidak sampai 4 meter (m) dengan berat kurang dari 21 kilogram (kg), pesawat ini merupakan bagian dari masa depan. Pesawat terbang tanpa jendela tersebut merupakan pesawat pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi pencetakan 3 Dimensi (3D printing).

Perusahaan Airbus menamainya Thor, singkatan dari “Test of High-tech Objectives in Reality”. Dalam pembuatannya, pesawat ini dikembangkan oleh Detlev Konigorski. Konigorski mengatakan bahwa  proses pengembangan dengan pencetakan 3D bukan hanya untuk bagian-bagiannya, tapi untuk keseluruhan sistem pada pesawat ini. Pada pesawat Thor, bagian-bagian yang bukan dicetak hanyalah unsur-unsur kelistrikannya. Sementara itu, bagian yang dicetak secara 3D menggunakan bahan poliamid.

Walaupun hasil cetakan, pesawat mungil itu terbang dengan cantik, sangat stabil saat diuji-coba penerbangan awalnya di Hamburg pada November 2015.

 

Pesawat Cetakan Printer

Baik Airbus maupun Boeing dari AS telah menggunakan pencetakan 3D, terutama untuk membuat bagian-bagian pesawat jet penumpang A350 dan B787 Dreamliner. Keuntungan bagian-bagian yang dicetak adalah tidak perlunya perkakas dan dapat dibuat dengan cepat. Bagian-bagian logam yang dihasilkan juga bisa 30% hingga 50% lebih ringan dibandingkan di masa lalu. Bahkan, bisa dibilang hampir tidak ada sampah manufakturnya.

Lebih jauh lagi, para insinyur juga merencanakan menggunakannya di angkasa. Roket Ariane 6 buatan European Space Agency (ESA) yang rencananya luncur pada 2020 juga menggunakan banyak bagian hasil cetakan 3D. Proses itu memungkinkan pengurangan besar-besaran biaya untuk pembuatan bagian-bagian roket. Pengurangan itu ikut andil dalam menurunkan biaya keseluruhan Ariane 6 yang diduga hanya setengah daripada biaya pembuatan pendahulunya, Ariane 5.

Kini, Airbus sedang menguji caranya mencetak badan injeksi untuk mesin yang sekarang ini masih dibangun dari 270 bagian-bagian terpisah. Dengan pencetakan 3D, badan injeksi itu hanya dibangun dari 3 bagian saja.

 

Manfaat-Manfaat Pesawat Cetakan

Selain penghematan biaya, pencetakan 3D juga menjanjikan manfaat ekologis karena jet yang lebih ringan memerlukan lebih sedikit bahan bakar dan mengeluarkan lebih sedikit bahan pembuat polusi. Untuk mengurangi emisi karbon dalam dunia penerbangan, apalagi menghadapi kenaikan dua kali lipat jumlah lalu lintas udara dalam 20 tahun ke depan, maka isu yang menentukan adalah inovasi teknik yang radikal dalam waktu singkat.

Industri perjalanan udara sudah yakin dengan manfaatnya, demikian hasil temuan survei Bitkom terhadap 102 pemain dalam sektor penerbangan. Bitkom adalah federasi masyarakat teknologi tinggi di Jerman.

Sekitar 70% responden survei yakin bahwa, sebelum 2030, suku cadang pesawat akan dicetak langsung di bandara-bandara. Lalu, sekitar 51% menduga keseluruhan pesawat terbang nantinya akan dicetak menggunakan pencetakan 3D.

Wah, hebat ya! Semoga pesawat 3D ini juga aman digunakan oleh manusia.

 

Penulis : Novita Puspa,

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment