Figur 

Rhenald Kasali Entrepreneurship & Podomoro University

Pendidik dan inovator. Demikian dua kata tentang seorang Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. Mengupas lebih dalam tentang pria multi talenta ini, majalah Podomoro mewawancarainya secara khusus untuk anda. Selama perbincangan, Rhenald yang belum lama dipercaya menahkodai Podomoro University, banyak berkisah tentang dunia wirausaha sekaligus konsep universitas besutannya tersebut.

Wawancara berlangsung di kantornya yang bernama “rumah perubahan” di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Kami merasa beruntung dapat bertemu langsung dengan ayah dua putra ini. terlebih mengingat jadwal kesehariannya yang demikian padat.

Good looking, smart, dan berwibawa. Demikian kesan pertama ketika kami berkenalan dengan Rhenald Kasali. terkait dengan kata pendidik dan inovasi, pria kelahiran Jakarta 13 Agustus 1960 ini berkisah bahwa hidupnya tidak lepas dari pendidikan. “mengajar banyak orang, mulai dari tk hingga jenjang Doktor” – demikian Rhenald menggambarkannya. “Saya pernah menjadi ketua program Doktor selama 7 tahun. ini merupakan masa jabatan ketua program paling lama di UI,” tuturnya penuh senyum. Lebih lanjut, beliau menyebutkan bahwa dirinya pernah menjadi Ketua MM selama dua periode. “juga paling lama,” paparnya dengan senyum yang semakin lebar. “Karir saya, sebagian besar memang berkisar seputar dunia pendidikan. rumah perubahan didirikan juga untuk mendidik orang. Menulis buku bertujuan pula untuk mendidik orang. Semuanya agar orang berubah,”ujar Rhenald Kasali. Fokus ini pun ia jalani bersama sang istri tercinta. mereka merealisasikannya dengan mendirikan PAUD dan rumah baca bagi masyarakat di sekitar kediamannya.

 

Inovasi

Berbicara mengenai inovasi, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini berpendapat bahwa pendidikan di indonesia membutuhkan inovasi. Menurutnya pendidikan di indonesia ketinggalan jaman. “Lihat saja Human Development index Indonesia. kita berada diperingkat 100-an, rendah sekali,” jelasnya. Tidak hanya itu, Rhenald juga memaparkan bahwa kognisi generasi penerus indonesia, berdasarkan studi terakhir yang diadopsinya, berada pada peringkat ketiga terendah di dunia. kognisi adalah kemampuan bernalar, apakah itu mengingat sebuah pesan, menyimpulkan sebuah pesan, mengartikan, menafsirkan, reasoning – menghubungkan satu dengan yang lain dan kemudian mencari jawaban suatu permasalahan. “Disitu ada ruang bagi kita untuk inovasi,” ungkapnya tentang arti penting dan relevansi antara kognisi dengan inovasi.

 

Entrepreneurship

Apabila kita mendengar kata entrepreneurship atau yang akrab disebut kewirausahaan, maka sejatinya Rhenald Kasali merupakan orang pertama di indonesia yangberbicara tentang hal tersebut. Cetusan gagasan ini bermuara pada tahun 1998, yakni saat terjadinya krisis. pada saat itu semua orang tidak percaya pada dunia pekerjaan. Hal ini dilandasi kenyataan pahit bahwa kondisi nasional yang kurang kondusif, menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan.

Kenyataan tersebut berbuah pada “ketidakpercayaan” terhadap kondisi perekonomian nasional. Berlandaskan kondisi ini, Rhenald berkata tentang pentingnya entrepreneurship. “one to talk about entrepreneurship,” tuturnya. Seiring berjalannya waktu, entrepreneurship semakin berkembang dan menjadi tema yang kerap diperbincangkan di Indonesia.

Konsep dan semangat kewirausahaan yang ditelurkan rhenald ini selanjutnya bertumbuh dan berkembang menjadi budaya pemikiran sekaligus aplikasi tersendiri. Perkembangnya menjadikan indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki pertumbuhan dunia usaha cukup signifikan.

 

InspirasI Lewat Goresan Pena

Sebagai orang yang penuh dengan ide dan inovasi, Rhenald Kasali juga banyak menulis buku. Buku-buku karyanya terbukti telah banyak menginspirasi para pembacanya. Dalam salah satu buah penanya, Rhenald menulis tentang change (perubahan). Dia menceritakan bahwa hidupnya bisa seperti sekarang karena menjalani perubahan. “I fight for change,” imbuhnya bersemangat. Perubahan, bagi pria berkacamata ini, adalah sebuah keharusan yang patut dijalani. meskipun dalam perjalanannya akan menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari hal terbaik hingga terburuk. “Semua hal tersebut harus kita hadapi dalam rangka melangkah menuju sebuah perubahan,” tandasnya mengingatkan arti penting perubahan.

 

Podomoro University

Ada sebuah kisah unik yang mewarnai keterlibatan rhenald kasali sebagai rektor Podomoro University. pada awalnya Rhenald berdiskusi dengan pimpinan Agung Podomoro Group untuk mencari kandidat rektor Podomoro University. meski telah menyampaikan beberapa referensi namun belakangan malah dirinya yang ditawari menempai posisi tersebut. Setelah dengan berbagai pertimbangan akhirnya pria lulusan University of Illionis at Urbana, Champaign, Amerika Serikat ini menerima tawaran tersebut. “Selain mendapat kepercayaan, saya juga mendapat dukungan yang luar biasa dari Pak Trihatma,”ungkapnya. Kedepannya Rhenald dengan tegas bercita-cita menjadikan Podomoro University sebagai sebuah lembaga pendidikan yang terkait erat dengan implementasi konsep entrepreneurship. “yaitu universitas yang mampu membentuk entrepreneur dan cara berpikir entrepreneurship,” imbuhnya. “Intinya, saya ingin menciptakan sumber daya manusia yang mampu melakukan terobosan, bekerja lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih gesit,” pungkasnya sembari tersenyum lebar.

Penulis : Chairudi Bharata Dharma

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Podomoro Edisi Bulan Juli-September 2014

 

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment