ROSS, Robot Pengacara Artifisial Cerdas

Dewasa ini, telah menjadi hal yang lumrah berbagai aspek kehidupan manusia diperbantukan dan dipermudah oleh bermacam-macam fungsi teknologi yang berkembang begitu masif. Tak menutup kemungkinanan, di masa mendatang pekerjaan bahkan posisi pekerjaan profesional manusia akan diisi oleh teknologi, termasuk robot.

Sebagai contoh, sebelumnya sempat viral mengenai inovasi teknologi kesehatan, yaitu pengembangan robot yang mampu menggantikan posisi dokter bedah di rumah sakit. Sementara baru-baru ini, kembali  muncul sebuah inovasi teknologi terkait hukum, dimana terciptanya sebuah robot bernama ROSS yang bekerja sebagai pengacara.

Robot Pengacara ROSS merupakan seorang pengacara artifisial cerdas untuk membantu kekuatan hukum seseorang melalui penelitian hukum. Robot pengacara ROSS dirancang oleh sebuah perusahaan Amerika Serikat International Business Machines Corporation (IBM) menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

 

ROSS adalah alat penelitian yang canggih

Pada dasarnya, ROSS adalah sebuah alat penelitian atau pencarian data yang sangat canggih. Dalam bekerja, ROSS mampu membaca dan menarik kesimpulan dari aturan hukum yang ada untuk menjawab pertanyaan terkait berbagai kasus tertentu. Adapun bahasa yang digunakan adalah bahasa yang mudah dimengerti.

ROSS bekerja dengan kemampuan machine-learning yang membuatnya dapat terus meningkatkan jawabannya. Sedangkan, sistemnya dapat membantu para pengacara untuk terus mengetahui putusan terbaru atas kasus tertentu.

Atas kecanggihan tersebut, salah satu firma hukum terbesar di Amerika, Baker and Hostetler telah mempekerjakan ROSS sebagai seorang pengacara. Dalam implementasinya, ROSS juga hadir  untuk menyelesaikan kasus 50 pengacara yang mengalami kebangkrutan. Terlebih, ROSS juga telah diperbantukan menjadi penasehat terkait kasus Bernie Madoff.

 

Menghemat Waktu dan Biaya Pengacara

Rumitnya analisis dalam perkara hukum terkadang membutuhkan energi, waktu, dan material yang cukup besar. Banyaknya permasalahan tersebut melatarbelakangi terciptanya robot tersebut. Kehadiran robot ini memungkinkan dapat membantu masalah masyarakat dengan berbagai macam masalah hukum.

Dalam hal tersebut, terciptanya Robot pengacara ROSS juga dapat menghemat waktu pengacara lainnya untuk menguasai literatur yang cukup besar dan banyak. Sebab, ROSS dapat membantu mereka dengan memberikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Dengan demikian pengacara lainnya dapat lebih cepat mengerjakan dan menyelesaikan hal lain, seperti menganalisis rincian kompleks dari kasus dan hukum yang paling relevan.

Oleh karenanya, kerasi robot pengacara ROSS diharapkan dapat membuat pengacara lainnya menjadi lebih efektif dan lebih efisien dalam menangani kliennya.

Bahkan, dengan hadirnya ROSS diharapkan  juga semua lembaga hukum akan memanfaatkan kekuatan AI untuk melayani keadilan. Faktanya, meski sebagai negara yang kelebihan jumlah pengacara, terdapat sekitar 80% warga Amerika yang membutuhkan pengacara, tidak bisa mendapatkannya.

Dengan demikian, kehadiran Robot Pengacara seperti ROSS dapat membantu lembaga hukum dalam menyelesaikan berbagai kasus tanpa membayar tenaga pengacara sungguhan.

 

ROSS Akan Terus Dikembangkan

Meski telah terbukti kecanggihannya, Robot ROSS sendiri masih terus dikembangkan untuk menjadi robot pengacara yang lebih profesional. Andrew Arruda CEO dan co-founder dari ROSS Inteligence menyampaikan bahwa di masa mendatang robot tersebut akan diupayakan menjadi lebih intuitif layaknya rekan kerja sebagai pengacara sebenarnya.

Rencananya, Tim Arruda akan segera memperluas kemampuan ROSS melampaui Hukum Kepailitan –Kepailitan merupakan suatu proses dimana seorang debitur yang mempunyai kesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilanniaga. Ditambah dengan peningkatkan kekayaan intelektual, pekerjaan, Hukum Pidana, dan Hukum Pajak.

 

Penulis : Candra Fivetya,

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment