Sakit Tenggorokan? Waspadai Penyakit Ini.

Tenggorokan adalah organ yang vital. Sebab melalui tenggorokan makanan dan air masuk dari mulut dan akan dicerna oleh organ lainnya. Untuk itu, jika terjadi sakit tenggorokan, maka semuanya serasa tidak enak. Apabila terjadi sakit tenggorokan secara terus-menerus, maka waspadai penyakit yang disebut Faringitis.

Kita harus waspadai gangguan pada tenggorokan, karena kekebalan terhadap sakit tenggorokan baru terbentuk pada usia dewasa. Namun, ada satu penyakit pada tenggorokan yang menyerang anak kecil maupun remaja, yaitu Faringitis. Faringitis merupakan sakit yang terasa di tenggorokan karena infeksi bakteri atau virus seperti dalam kasus pilek.

Selain sakit saat menelan, sakit tenggorokan juga dapat disertai gejala sakit kepala, kelenjar yang membesar pada leher dan tonsil atau amandel yang bengkak akibat radang. Bahkan, penyakit ini dapat memberikan efek nyeri pada otot yang disertai batuk dan hidung beringus.

 

 Kurangi Gejala Faringitis

Untuk mencegah terjadinya Faringitis, kita bisa mengurangi gejalanya tanpa menggunakan obat-obatan. Caranya ialah dengan menghindari merokok atau asap rokok, serta hindari lingkungan penuh asap. Untuk remaja dan orang dewasa dapat mengisap permen pereda tenggorokan. Upayakan untuk menghindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas. Kemudian, berkumurlah dengan air garam hangat untuk mengurangi radang tenggorokan. Minumlah air yang cukup, terutama jika sedang demam karena gejala tersebut.

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 3-4 hari tanpa konsumsi obat-obatan. Kita juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen danparasetamol. Namun, jika terjadi hal lebih buruk seperti sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu dan beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri, serta sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38°C, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan, maka segeralah untuk periksa ke dokter.

Pengobatan sakit tenggorokan baru akan ditangani dengan antibiotik jika gejala yang terdeteksi dianggap berisiko menimbulkan infeksi lebih serius. Sementara itu, ada beberapa kondisi yang dapat memperburuk sakit tenggorokan misalnya mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat anti-rematik yang membuat kekebalan tubuh menjadi lebih lemah dan melemahnya sistem kekebalan tubuh misalnya akibat HIV/AIDS atau gagal ginjal kronis.

 

Sakit Tenggorokan Kronis

Selain Faringitis, sakit tenggorokan akan menjadi parah ketika terjadi demam yang menyertai sakit tenggorokan. Hal ini sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi lebih serius seperti abses peritonsiler atau quinsy, yaitu pembengkakan bernanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil.

Gejala tersebut juga dapat menyebabkan peradangan lipatan jaringan di belakang tenggorokan, di bawah lidah (epiglotis) yang bisa menghambat pernapasan tidak ditangani dengan baik, yang disebut epiglottitis. Kemudian, gejala tersebut juga dapat menyebabkan infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai denganpembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan. Untuk yang merasakan gejala tersebut, sebaiknya dilakukan pendeteksian dengan tes darah.

 

Lebih Berisiko

Umumnya, orang yang lebih berisiko mengidap sakit tenggorokan adalah orang yang sistem kekebalannya sedang melemah karena sedang mengonsumsi obat-obatan atau mengidap penyakit tertentu. Penderita penyakit tertentu tersebut berisiko mengalami komplikasi akibat sakit tenggorokan, seperti pengidap kanker sumsum tulang /leukemia atau orang yang sumsum tulangnya tidak memproduksi cukup sel darah yang disebut anemia aplastik.

Selain itu, pengidap HIV/AIDS dan pengidap asplenia, yaitu ketika organ limpa telah diangkat atau tidak dapat bekerja dengan baik, pasien kemoterapi, pasien yang menjalani pengobatan anti-tiroid seperti carbimazole sering terserang sakit tenggorokan. Pasien yang telah menjalani transplantasi organ dan mengonsumsi obat-obatan yang menghentikan kerja sistem imun atau imunosupresan juga sangat rentan terkena penyakit tenggorokan.

Untuk itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tenggorokan. Upayakan hindari makanan panas dan perbanyak vitamin c untuk terus menjaga kekebalan tubuh.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment