Salesman Sebagai Ujung Tombak Penjualan

Berhasilnya sebuah perusahaan adalah kerja keras dari tim Salesmannya. Bagaimana tidak? Pasalnya, tanpa seorang sales sebuah perusahaan tidak akan bisa memasarkan produk mereka dalam jumlah yang maksimal. Untuk itu, keberadaan Salesman sangat menentukan pendapatan suatu perusahaan.

Seorang sales memang bertugas untuk mengubah leads menjadi potensial pelanggan bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, sales dikatakan sebagai ujung tombak dari penjualan produk sebuah bisnis. Itu sebabnya para pekerja sales atau Salesman harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada banyak orang. Selain itu, Salesman juga harus bisa mengkonversi sebuah kebutuhan menjadi peluang bagi sebuah bisnis.

Tugasnya sebagai ujung tombak dari penjualan, membuat Salesman menanggung beban yang besar. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan beberapa cara yang mengejutkan untuk para sales.

 

Mengertilah Keinginan Kostumer

Titik penjualan sebuah bisnis itu berada pada kemampuan kita untuk membantu pelanggan dalam membuat keputusan terbaik. Sehingga, kemampuan tersebut memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang sudah membeli. Kita bukan hanya bisa memuaskan keinginan, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan. Maka dari itu, carilah cara untuk berkomunikasi dengan kostumer yang menarik minatnya. Upayakan mendengar apa saja keinginan pelanggan agar kita dengan mudah mengetahui apa yang cocok untuk kita tawari untuk pelanggan.

 

Perkenalkan Diri Kita

Tidak semua calon pelanggan kita mau mendengarkan apa yang kita tawarkan melalui obrolan maupun persentasi resmi. Walaupun kita belum bisa memastikan bahwa calon pelanggan bisa langsung yakin dan mau membeli, tapi setidaknya kita harus bisa menjelaskan kepada pelanggan tentang siapa kita, apa bisnis kita, apa yang kita tawarkan, dan solusi apa yang kita miliki untuk mereka.

 

Kuatkan Komunikasi Dua Arah

Untuk menjadi sales profesional, kita tidak perlu malu atau takut untuk mencari dan menghubungi daftar calon pelanggan kita. Bahkan, kita juga tidak perlu segan untuk kembali menghubungi pelanggan yang sudah pernah kita hubungi. Tujuannya adalah untuk melihat apakah bisnis kita benar – benar membantu Pelanggan dalam memecahkan masalahnya. Langkah ini juga dilakukan untuk memperkuat hubungan setelah penjualan. Kita juga akan dengan mudah membangun hubungan dan empati antara bisnis dengan pelanggan.

 

Pengalaman Itu Penting

Walaupun seorang sales telah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh para ahli di bidang penjualan, namun belum tentu mampu menjadi sales yang dapat mencapai top skor dalam target penjualannya. Karena bukan hanya tentang ilmu yang diajarkan, tapi juga tentang pengalaman dan jam terbang yang kita miliki. Pelatihan hanya bisa membantu mensimulasikan kinerja sales saja, dan sisanya adalah usaha kita sendiri.

 

Bukan Tentang Introvert Atau Ekstrovert

Kepribadian introvert yang tidak terlalu banyak bicara bukanlah hal yang memengaruhi penurunan penjualan. Bahkan sikap ekstrovert yang mudah bergaul, lancar berbicara dan bertindak “sok” akrab bisa membuat pelanggan jengah dengan kita. Para sales yang merasa ekstrovert sebaiknya harus kembali mempertimbangkan cara penjualannya. Karena dibalik kepribadian introvert seseorang, mereka memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dari ekstrovert, terutama dalam hal menjual. Introvert bisa menjadi pendengar yang baik untuk orang lain, dan bisa mengatasi setiap ego yang dimilikinya. Namun yang paling penting ialah kemauan kita dalam mencoba dan menjual produk.

 

Ciptakan Pengalaman Pelanggan

Perusahaan-perusahaan besar sering menghabiskan uang mereka untuk membentuk dan membesarkan merk, mulai dari penamaan, slogan, logo dan lain sebagainya. Tapi, sebuah merk dilihat dari bagaimana pelanggan mendapatkan pengalaman dari mereka. Pelanggan harus mendapatkan dan menciptakan pengalaman mereka dari produk yang kita tawarkan. Ketika mereka sudah mulai menikmati, merk akan secara otomatis tumbuh dan berkembang diantara pelanggan dan lingkungannya. Jadi, jangan hanya fokus pada bentuk dan penamaan, tapi fokus pada menciptakan pengalaman pelanggan.

Pada intinya, jika kita memiliki keinginan untuk menjadi seorang sales yang andal, maka kita akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi pelanggan maupun perusahaan. Untuk itu, jangan menyerah ya!

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment