Sang Super Canggih Hyperloop

Abad ke-21 ini adalah abad yang menunjukkan kehebatan manusia terutama pada bidang teknologi yang terus menerus berkembang semakin canggih. Hal inilah yang dilakukan Elon Musk, yang juga sebagai Chief Executive (CEO) dari Electric Car Manufacturer, Tesla Motors Inc dan roket Space-X. Musk memiliki ide brilian mengenai alat transportasi masa depan, Hyperloop.

 

Hyperloop, Tabung Di Masa Depan

Gagasan mengenai Hyperloop  ini pertama kali dicanangkan oleh Elon Musk beberapa tahun yang lalu. Ide Musk ini berlatar belakang pada penciptaan transportasi masa depan yang efisien, murah dan cepat. Hyperloop nantinya juga akan sangat cocok digunakan sebagai alat transportasi massal khususnya di wilayah Ibu Kota untuk mengurai kemacetan secara optimal.

Ide Hyperloop sendiri adalah gabungan antara pesawat Concorde, kereta peluru dan meja hockey (air-hockey table). Moda transportasi ini berbentuk seperti tabung atau kapsul yang tiap kapsulnya muat 28 orang. Kapsul ini bergerak secara melayang dan didorong oleh linear accelerator magnetik.

Alat transportasi canggih ini akan menggantikan jenis transportasi yang tersedia hari ini seperti kendaraan roda empat, kereta api, pesawat terbang, dan kapal laut, sehingga perjalanan lebih mudah. Sistem Hyperloop ini pun lebih mandiri karena hanya memanfaatkan tenaga surya yang bernama solar-powered network. Moda yang terbuat  dari alumunium berlapis baja ini juga tahan gempa dan bebas dari gangguan cuaca. Selain itu biaya operasi dan perawatan yang dibutuhkan oleh alat transportasi ini lebih rendah dibanding biaya perawatan alat transportasi canggih lainnya yang bisa memakan jutaan dollar untuk biaya operasional dan perawatannya.

 

Kapabilitis Hyperloop

Kecanggihan Hyperloop juga akan dapat berjalan di dalam jalur hampa udara yang terbuat dari baja dan bergerak di jalur di atas tanah maupun dibawah tanah dengan kecepatan tinggi diatas 700 mile per jam (1.100 km/jam) yang sama dengan 134 tenaga kuda. Moda ini juga bergerak dari satu titik ke titik tujuan berikutnya lalu penumpang baru akan keluar setelah mencapai tujuan.

Kapsul ini dapat membawa penumpang 7,4 juta orang per tahunnya. Tidak hanya orang, moda ini pun bisa mengangkut mobil dan barang. Selain itu moda ini juga dapat bergerak dari kota ke kota lainnya, dari pantai barat ke pantai timur Amerika. Misalnya, jarak dua kota sejauh 350 miles, dari kota San Francisco ke kota Los Angeles, dapat ditempuh dalam waktu hanya 30 menit. Ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan pesawat terbang, jarak dari kota San Francisco ke kota Los Angeles biasanya ditempuh sekitar satu jam, atau dengan kendaraan roda empat bisa mencapai 5 jam lebih.

 

Hyperloop Si Canggih yang Ekonomis

Pembuatan Hyperloop ini memakan biaya kurang dari US$ 6 miliar (sekitar Rp 60 triliun). Biaya tersebut lebih murah dengan biaya kereta cepat atau California High Speed Rail (CHSR) program pemerintah lokal California. Program kereta cepat atau CHSR dari kota San Francisco ke kota Los Angeles tersebut, akan menghabiskan biaya US$ 98 triliun dan akan memiliki kereta yang akan sampai 200 mph, lima belas kali lipat dari biaya Hyperloop. Garis CHSR, yang saat ini sedang dibangun bertujuan untuk menghubungkan San Francisco ke Los Angeles pada 2029.

Dengan meluncurkan konsep dan cara kerja Hyperloop, Elon Musk ingin menantang masyarakat supaya memilih sistem transportasi terbaru ini. Hal ini dikarenakan proyek ini lebih ekonomis dan lebih canggih dibanding kereta api cepat yang menghabiskan triliunan dollar tersebut, walaupun dari biaya tersebut mendapat subsidi dari pemerintah federal.

Pembuatan Hyperloop akan membutuh waktu 7 tahun hingga 10 tahun untuk merealisasikannya. Untuk desain dan teknologi Hyperloop ini, Musk ingin desain kendaraan ini digagas oleh publik (open-source) dan melibatkan pemerintah. Sehingga akan lebih banyak ide dan masukan yang bagus demi terealisasinya proyek futuristik ini. Musk menyampaikan secara resmi bahwa ia akan merilis dari rencana alpha untuk Hyperloop pada bulan Agustus 2013.

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment