Save and Healthy Flight

Tekanan udara dan menurunnya kelembapan udara di pesawat ternyata dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Tapi jangan khawatir, kita dapat mengatasinya dengan berbagai cara agar perjalanan kita tetap save dan healthy flight. Mari simak artikel di bawah ini.

Pesawat telah menjadi salah satu transportasi utama, karena dinilai lebih efektif dan menghemat banyak waktu. Untuk yang ingin melakukan perjalanan ke luar pulau atau luar negeri, moda ini memang sangat efektif daripada moda lainnya. Namun ternyata tekanan udara dan menurunnya kelembapan udara di pesawat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Pasalnya, banyak fungsi tubuh yang melambat selama berada di dalam pesawat akibat adanya tekanan udara.

 

Dampak Tekanan Udara Pesawat

Kondisi normal kelembapan udara sekitar 50%, sementara di dalam kabin pesawat kelembapannya hanya 20- 25%. Apalagi pada penerbangan dengan ketinggian yang ekstrim, kelembapannya bisa turun hingga 10%, bahkan kurang. Kondisi ini membuat penumpang pesawat rawan mengalami dehidrasi. Dari kurangnya kelembapan udara tersebut, maka akan berdampak pada tubuh kit, misalnya bau mulut. Akibat tekanan udara, kelenjar air liur akan menghasilkan lebih sedikit air liur, yang menyebabkan lebih banyak bakteri berkembang sehingga menyebabkan timbulnya bau mulut. Lebih lagi, tekanan udara akan membuat tingkat kelembaban menjadi rendah di dalam kabin pesawat dan dapat menjadikan kulit kering.

Tekanan udara juga sering kali menyebabkan telinga sakit, apalagi saat pesawat ingin mendarat. Selain itu, sebuah penelitian tentang dunia penerbangan di 2010 menyebutkan bahwa kemampuan seseorang untuk merasakan suatu makanan akan menurun sebanyak 30% ketika mereka berada di dalam pesawat. Hal ini disebabkan karena udara yang kering akan membuat saluran hidung dan selaput lendir tak lagi lembab dan mempengaruhi kemampuan untuk merasakan suatu makanan.

Tekanan udara juga dapat menyebabkan kepala pusing berkepanjangan. Sebab, semakin tinggi pesawat mengudara, maka kadar oksigen akan semakin menipis pula. Akibatnya kadar oksigen di dalam tubuh pun akan menurun sehingga membuat kepala pusing serta mudah lelah.

Selain itu, duduk dalam waktu yang lama akan membuat perubahan tekanan yang dramatis pada tubuh. Hasilnya perut akan mengalami kembung, sembelit, dan sakit perut. Duduk terlalu lama juga dapat membuat kaki bengkak. Hal ini dikarenakan tekanan udara yang dapat membuat sirkulasi darah memburuk serta menggumpal. Kemudian, kita akan mengalami Deep Vein Thrombosis (DVT) yang membuat kaki membengkak.

 

Save dan Healthy Flight

Sebenarnya gangguan kesehatan saat di pesawat tidak perlu dikhawatirkan, jika persiapan perjalanan telah dibuat sematang mungkin. Sebab, dengan persiapan yang matang, maka akan membantu perjalanan di pesawat menjadi lancar. Dengan persiapan yang matang pula, maka tubuh kita akan selalu sehat di dalam pesawat sampai dengan tujuan.

Namun, jika terjadi beberapa gangguan kesehatan selama perjalanan di pesawat, maka ada beberapa solusi yang sangat membantu untuk mencegah bahkan menghilang gejala-gejala tersebut.

Jika kita mengalami bau mulut, maka disarankan untuk memperbanyak minum air mineral. Untuk kondisi kulit yang kehilangan kelembapannya saat di pesawat, maka disarankan untuk minum air putih 200-400 ml setiap dua jam. Hindarilah alkohol dan kopi. Jika masih merasa dehidrasi, maka basahilah wajah sesering mungkin, lalu oleskan krim pelembap di bawah mata, juga minyak zaitun di bawah hidung. Segera basahi badan (mandi atau  berenang) setelah mendarat, khususnya setelah penerbangan jarak jauh.

Kemudian, jika mengalami sakit telinga, maka kita bisa mengunyah permen yang dibagikan pramugari, atau menelan ludah. Selain itu, kita dapat melakukan teknik valsava maneuver yaitu menutup hidung dengan satu tangan, kemudian dengan hati-hati hembuskan napas dari paru-paru dengan mulut tertutup sehingga membuat udara terperangkap di dalam mulut dan hidung, dan mendorong rongga penghubung hidung dan telinga (Tuba Eustachil) membuka.

Sementara, untuk mencegah pembengkakan pada kaki dan nyeri otot serta persendian, maka gunakanlah pakaian yang nyaman dan longgar. Untuk perjalanan yang panjang, bangun dan berjalan-jalanlah  di dalam pesawat selama beberapa menit dan jangan menyilangkan kaki saat duduk. Lalu, gerakkan pergelangan kaki ke atas dan bawah, seolah-olah sedang mengayuh sepeda serta lakukan juga peregangan di leher dan bahu. Jika dibutuhkan, ada stocking khusus yang bisa membantu mempertahankan  kelancaran aliran darah.

Untuk mencegah mual dan muntah bahkan tidak nafsu makan, maka hindari makanan yang memproduksi banyak gas sebelum terbang, seperti kacang-kacangan. Jika perlu, jangan makan sebelum terbang. Selain itu, hindari yang mengandung alkohol atau minuman berkarbonasi. Gelembung/gas dalam minuman itu akan mengembang dalam perut itulah yang memicu rasa mual selama penerbangan. Namun, jika tetap merasakan mual dan tidak nafsu makan, maka diusahakan agar mengonsumsi makanan ringan misalnya biskuit-biskuit selama perjalanan.

Semua gangguan kesehatan yang dialami di pesawat saat perjalanan dapat diatasi dengan hal-hal yang sederhana bukan? Nah, kini kita dapat menikmati perjalanan selama di pesawat dengan santai dan bebas khawatir. Keep Save and Healthy Flight, guys!

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment