‘Sengatan’ Mobil Tawon

Satu lagi karya anak bangsa yang menjadi angin segar bagi perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, Mobil Tawon. Kelahiran mobil nasional ini menandakan bahwa semangat anak bangsa masih menggelora untuk terus berkarya dalam teknologi otomotif.

Mobil Tawon merupakan mobil nasional hasil rakitan siswa SMK Lebak, Banten. Mobil yang sedang hangat diperbincangkan tersebut didistribusikan oleh PT Super Gasindo Jaya. Untuk itu, dalam waktu dekat mobil nasional itu akan menjadi kendaraan serbaguna.

Jika dilihat, Tawon masih memiliki desain sangat sederhana dan juga mesin dengan kapasitas kecil. Hal ini dapat dimaklumi karena perkembangan teknologi otomotif Indonesia memang masih merangkak dibandingkan dengan negara-negara lain. Selain itu, Tawon dicanangkan sebagai mobil murah yang diperuntukan kepada masyarakat menengah ke bawah.

 

Teknologi Sengatan Tawon

Konsep mobil Tawon telah dimulai tiga tahun belakangan ini dengan pengembangan mesin yang terus di update oleh BPPT. Sedangkan risetnya sendiri telah dilakukan dan hampir memakan waktu 9 tahun melalui kegiatan Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas). Teknologi mobil ini memang belum secanggih mobil-mobil kelas dunia, namun mobil tersebut sudah didesain dengan teknologi yang futuristik.

Teknologi ‘sengatan’ Tawon dirancang untuk mobil yang berteknologi ramah lingkungan.  Mobil nasional ini pun menggunakan bahan bakar bensin dan gas yang telah memenuhi standardisasi Euro III. Tawon juga sangat irit karena hanya mengonsumsi gas 1 kilogram untuk perjalanan sepanjang 20 kilometer dengan kecepatan standar.

Mesin tawon memiliki tipe Dua silinder, Four-Stroke serta pendingin cair. Kapasitas pada mesin Tawon awalnya 500 cc kemudian kedepannya akan terus dikembangkan hingga 1.000 cc. Dengan penguasaan teknologi mesin yang terus ditingkatkan, diharapkan akan bisa terus berkembang guna menghasilkan mesin-mesin dengan cc yang lebih besar. Selain itu, hanya dengan 4 percepatan manual, Tawon dapat dipacu hingga kecepatan 100km/jam.

Mesin Tawon yang terbuat dari alumunium ini juga telah diuji kelayakkan di laboraturium. Komposisi rancangan mesin itu kemudian disetting dengan kondisi terbaik, serta terbuat dari bahan alumunium. Hasilnya berupa mesin yang ringan namun menghasilkan tenaga tinggi. Walhasil, Tawon dapat dibilang mobil yang tangguh, karena mobil ini lebih kuat untuk menahan beban untuk mengangkut muatan yang melebihi kapasitas mesinnya.

 

Penjualan Sang Lebah

Untuk kapasitas perpasang Tawon ditargetkan dapat mencapai 600 unit dengan target 50 unit dalam setiap bulannya yang sesuai dengan kemampuannya. Namun, tidak menutup kemungkinan ‘sengatan’ Tawon telah mendapatkan respon yang baik dari konsumen, maka kapasitas produksinya akan ditambahkan.

Harga yang ditawarkan oleh produsen Tawon yang tergabung dalam Asianusa (Asosiasi Industri Automotif Nusantara) untuk Tawon dengan mesin berkapasitas 650cc juga cukup murah sesuai dengan tipe Tawon itu sendiri. Mobil Tawon City Car dijual dengan harga Rp 54 juta OTR, Tawon Pick-up dibanderol Rp 43 juta OTR dan Tawon Bestel Wagon i Rp 63 juta OTR. Selain itu harga konsumsi bahan bakarnya juga murah sekitar Rp 3.600 hingga Rp 3.800 per liternya.

Walaupun modelnya tidak segagah mobil-mobil kelas dunia, namun Tawon memiliki kualitas teknologi yang cukup futuristik dan murah, baik dari harga mobilnya maupun bahan bakarnya. Berminat beralih ke mobil nasional yang bisa menyengat seperti Mobil Tawon? Let’s choose!

 

Penulis : Novita Puspa

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment