Reportase 

Setelah Pembangunan Dilakukan

Pembangunan infrastruktur transportasi yang telah dilakukan kini membuahkan hasil. Sejumlah fasilitas transportasi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program Tol Laut terbukti mampu menekan disparitas harga antarwilayah di Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.

Selain ketersediaan barang di daerah-daerah semakin terjamin, konektivitas nasional semakin terwujud. Komoditas unggulan dari daerah-daerah yang dilintasi rute Tol Laut juga dapat didistribusikan dengan lancar. Bahkan kapal khusus ternak telah membantu mendistribusikan komoditas sapi dari daerah untuk dipasarkan di Jakarta dan daerah lain di Indonesia.

Peran pemerintah mengembangkan infrastruktur transportasi udara pun tak jauh berbeda. Pemanfaatan bandara yang telah mengalami perpanjangan runway (landasan pacu) memungkinkan pesawat berbadan lebar mendarat ke daerah-daerah terpencil, terluar dan perbatasan hingga daerah rawan bencana tanpa halangan. Peningkatan kapasitas angkutan barang dan banyaknya jumlah penumpang yang datang memungkinkan pelayanan angkutan udara semakin terjangkau dan mampu meningkatkan perekonomian lokal.

Pola pembangunan serupa juga dilakukan pada moda angkutan darat dan kereta api. Pemerintah membangun sarana dan prasarana angkutan darat secara masif dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana perhubungan yang telah dilakukan, memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Pemerintah telah membangun infrastruktur angkutan penyeberangan dan pengembangan integrasi antarmoda serta fasilitas penunjang keselamatan transportasi lainnya.

Sesuai Rencana Strategis Kemenhub 2015 – 2019, pemerintah menargetkan pembangunan untuk mempercepat konektivitas nasional dan mendukung perekonomian di semua wilayah NKRI. Target pembangunan transportasi yang berhasil akan menghasilkan beberapa sasaran. Selain penurunan biaya logistik nasional, hasil-hasil pembangunan diharapkan mampu menciptakan kelancaran distribusi barang ke semua wilayah di Indonesia dan meningkapkan pelayanan moda transportasi laut, darat, udara, dan kereta api (KA).

Pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang telah diselesaikan, terbukti memberi manfaat nyata dengan ketersediaan angkutan yang memadai dan didukung dengan kebijakan yang tepat di semua subsektor transportasi. Semua target tersebut membutuhkan  regulasi yang mendukung dan deregulasi sejumlah peraturan yang berpotensi menghambat.

Peran BUMN dan pihak swasta akan dilibatkan agar investasi mereka dalam  pembangunan mengurangi beban APBN yang terbatas. Upaya melibatkan pihak swasta,- baik asing dan domestik- dan BUMN dalam kegiatan pembangunan transportasi, bertujuan agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti. Ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan yang baik, diharapkan bisa menunjang kegiatan perekonomian baik di daerah maupun nasional. Target pembanguann itulah yang kini menjadi agenda Kementerian Perhubungan untuk direalisasikan pada 2017-2019 mendatang.

 

Penulis : M. Nur Cholis

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Transmedia

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment