Singapura, Harmonisasi Ragam Budaya Asia

Singapura telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit orang Indonesia. Tak sedikit pula, orang yang bepergian ke Singapura hanya untuk berbelanja, terutama pada saat Singapore Great Sale. Beragam pusat perbelanjaan—mulai dari yang tradisional hingga yang modern dan menawarkan produk-produk merek ternama—memang salah satu daya tarik Singapura. Yang tak kalah menarik adalah Singapura sebagai kota kosmopolitan dengan perbedaan ras dan budaya yang begitu kental dalam keharmonisan.

 

Merlion

Saat menyebutkan nama ‘Singapura’, maka langsung terbayang sebentuk patung singa putih, Patung Merlion. Ikon Negeri Singa ini telah menarik jutaan pengunjung dan menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi, meskipun hanya sekedar untuk berfoto dengan patung yang berada di Merlion Park tersebut.

Gedung-gedung pencakar langit menjadi pemandangan menarik lain yang bisa dinikmati dari Merlion Park. Di antara skyscrapers tersebut, sebuah gedung bulat ‘berduri’ tampak begitu mencolok. Itulah EsplanadeTheatres on The Bay. Sejak diresmikan tahun 2002, pusat seni yang terletak di tepi Marina Bay ini menjadi salah satu ikon Singapura.

Pusat seni ini dilengkapi Esplanade Outdoor Theatre yang berhadapan langsung dengan Marina Bay. Di panggung outdoor sepanjang 300 m tersebut pertunjukkan seni ditampilkan dengan latar belakang laut yang menyegarkan.

 

MRT

Bepergian keliling Singapura sangatlah mudah dan menyenangkan. Transportasinya memiliki jalur-jalur yang praktis dan—tentu saja—bebas macet sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Alat transportasi andalan para wisatawan adalah Mass Rapid Transit (MRT).

Kereta modern dengan harga tiket terjangkau ini melayani rute ke seluruh wilayah Singapura dengan tiga jalur utama, yaitu Jalur North-South (dari Marina Bay ke Jurong East), Jalur East-West (dari Bandara Changi ke Boon Lay), dan Jalur North-East (dari Harbour Front ke Punggol).

MRT ini pun dapat membawa wisatawan ke surga belanja Singapura, Orchard Road. Dengan menumpang MRT, wisatawan bisa turun di stasiun terdekat, St. Orchard (NS22) dan St. Somerset (NS23). Dari sini, penjelajahan pusat perbelanjaan tersohor ini pun dimulai.

Jika melihat Orchard Road masa kini, tentu tak pernah terbayang bahwa dulunya kawasan ini merupakan perkebunan pala dan lada yang sering dilanda banjir. Hingga Stamford Canal diperdalam dan diperluas (1965), banjir dapat dikendalikan.

Tak kalah menarik dengan MRT, adalah Singapore Ducktours. Dengan menumpang bebek kuning raksasa—yang merupakan kendaraan amfibi ini, wisatawan diajak menelusuri gedung-gedung bersejarah di sepanjang Singapore River dan di distrik Marina Bay.

 

Kawasan Budaya

Di tengah kemajuan dan kehidupan modernnya, Singapura masih menyimpan keanekaragaman budaya karena didiami masyarakat yang didominasi Suku Melayu, Cina, India, dan Arab. Kendati berbeda, mereka hidup dalam keharmonisan dan keselarasan. Setiap suku pun begitu bangga dengan kebudayaan asal mereka. Hal ini tampak dari sejumlah kawasan etnik di Singapura.

Sebagai penduduk asli negeri ini, suku Melayu menjadikan Geylang Serai sebagai pusat budaya masyarakat Melayu di Singapura. Di kawasan yang kerap pula disebut ‘Malay Village’ ini kehidupan tradisional Melayu begitu kental. Di sini bisa ditemukan koleksi artifak Melayu, kegiatan membatik, permainan tradisional, dan pertunjukkan budaya Melayu.

Pusat budaya Melayu lainnya terletak di Kampong Glam. Di sini terdapat Istana Kampong Glam yang kini telah berubah fungsi menjadi museum sejarah budaya, Malay Heritage Centre. Masjid Sultan yang merupakan mesjid terbesar di Singapura juga menjadi daya tarik kawasan ini.

Jika menumpang MRT dan turun di St. Outram Park (EW16) atau St. Chinatown (NE4), maka sampailah di kawasan budaya Cina alias Chinatown. Daerah ini bermula dari kedatangan kapal Cina pada tahun 1821. China Town Food Street menjadi tempat favorit di kawasan ini. Tempat ini tak ubahnya food court di sebuah ruas jalan yang sengaja ditutup.

Sentuhan India demikian terasa di Little India, sentral masyarakat India Singapura. Di sini, masih dilaksanakan tradisi dan ritual masyarakat India, seperti Deepavali (Festival Cahaya India) dan Thaipusam. Little India memiliki sebuah pusat perbelanjaan yang buka 24 jam nonstop, yaitu Mustafa Centre. Sejak tahun 1973, Mustafa Centre menjual segala jenis barang dengan harga termurah di Singapura. Sebelum meninggalkan Little India, biasanya para wisatawan menyempatkan diri untuk di tatto sementara khas India dengan Henna.

Lain Little India, lain pula Arab Street. Pusat masyarakat muslim Singapura ini terkenal sebagai tempat penjualan songkok (penutup kepala pria muslim). Beragam barang fesyen nan mewah dan gemerlap bisa diperoleh di sini, seperti renda terbaik, kulit burung unta, benang emas, dan kain sutra.

Sebaliknya, barang-barang murah kelas kaki lima banyak ditawarkan di Bugis Street. Meskipun tidak memberikan kenyamanan saat berbelanja, kawasan belanja jalanan terbesar di Singapura ini sering dituju sebagai pasar oleh-oleh karena banyak terdapat toko souvenir.

 

Bersafari di Dunia Fauna

Singapore Zoo menawarkan sebuah petualangan baru dalam berlibur. Kebun binatang “terbuka” seluas 28 hektar ini dihuni oleh 3.200 hewan dari jenis mamalia, burung, reptil, dan ikan. Kerimbunan hutan tropis bisa dirasakan saat melangkahkan kaki ke Fragile Forest atau menemui puluhan baboon dan mongoose bergaris di Great Rift Valley of Ethiopia.

Cara lain menikmati alam di Singapore Zoo adalah mengarungi Bendungan Upper Seletar dengan kapal. Yang unik dan menarik, yaitu sarapan bersama orang utan di hutan dalam Jungle Breakfast. Pertunjukkan gajah, singa laut, dan Spirit of The Rainforest juga bisa dinikmati di sini.

Selain di Singapore Zoo, beragam jenis burung juga bisa ditemui di Jurong BirdPark. Taman burung yang terletak di Jurong Hill ini memiliki ribuan burung warna-warni dan menawarkan berbagai atraksi, seperti Lory Loft, Birds of Prey Show, Be a Falconer, dan parade penguin.

Sementara, ribuan kupu-kupu dan serangga menjadi daya tarik Butterfly Park & Insect Kingdom. Di sini, dapat ditemui Kumbang Badak Si Raja Serangga, Laba-laba Raksasa, dan kalajengking. Bagi mereka yang menyukai petualangan liar, Night Safari tak boleh dilewatkan. Night Safari menampilkan kehidupan malam yang ditemani oleh badak, lengkingan hyena, dan keanggunan jerapah yang melangkah di padang rumput.

Sebuah tempat impian lainnya adalah Underwater World yang berada di Pulau Sentosa. Underwater World menampilkan pesona bawah laut melalui sebuah terowongan spektakuler sepanjang 83 m. Pengunjung pun dapat menyentuh dan memberi makan ikan pari dalam atraksi Ray of Fun. Lalu, memberi makan ikan-ikan dalam tangki antigravitasi (MAGIC-T) dan menyaksikan kehidupan para penghuni karang laut (Jewels of The Reef).

Atraksi selanjutnya dipertunjukkan oleh lumba-lumba merah muda di Dolphin Lagoon yang masih berada dalam komplek Underwater World. Atraksi lumba-lumba, seperti berdiri di air, berjalan dengan ekor, dan mengeluarkan aneka bunyi mampu memukau pengunjung Dolphin Lagoon.

 

Penulis : Dyota Tenerezza

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah Podomoro Edisi 12 – 2010

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment