The President Cup, Adu Gengsi dan Strategi

Golf sebagai salah satu olahraga bergengsi dikenal juga sebagai olahraga yang dilakukan secara individual. Namun begitu golf juga mempunyai beragam pertandingan yang dilakukan secara beregu. Pertandingan beregu ini biasanya hanya memperebutkan sebuah trophy. Tapi dibalik itu, mereka mempertaruhkan gengsi nama negara, benua ataupun kelompok.

Salah satunya adalah President Cup, sebuah ajang kompetisi golf beregu yang mempertemukan para pegolf top dunia dari daratan Amerika dan Internasional. Tim Internasional merupakan gabungan pegolf profesional non Eropa dari berbagai belahan dunia. Kejuaraan yang baru enam kali digelar ini lebih mengedepankan gengsi para pemainnya dibandingkan materi. Turnamen dua tahunan ini juga pernah dihentikan penyelenggaraannya pada tahun 2001 karena terjadinya tragedi World Trade Center di Amerika. Presidents Cup menggunakan format permainan yang serupa dengan Ryder Cup. Setiap tim beranggotakan 12 pegolf dengan didampingi seorang kapten yang tidak bermain. Kejuaraan ini pertama kali digelar di Robert Trent Jones Golf Club, Gainesville, Virginia, Amerika Serikat, pada tahun 1994.

Turnamen dua tahunan ini diprakarsai serta diorganisir oleh PGA (Professional Golfer’s Association). Tidak itu saja kejuaraan yang diikuti oleh pegolf terbaik dari Eropa dan Amerika ini tidak memperebutkan hadiah uang seperti pada kejuaraan golf profesional, tetapi sang juara hanya memperoleh piala. Selain itu para pemain yang mengikuti kejuaraan ini akan mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada suatu yayasan sosial. Selama 6 kali penyelenggaraan President Cup telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 13 juta dollar. Hasil sebesar itu digunakan kemudian disumbangkan bagi yayasan sosial di berbagai belahan dunia. Selama penyelenggaraan turnamen ini tim Amerika Serikat masih memimpin atas tim Internasional dengan empat kemenangan. Tim Internasional baru sekali memenangkan pada tahun 1998, di Royal Melbourne Golf Club, Australia. Sedangkan kedua tim pernah bermain seri pada tahun 2003, mereka berbagi angka sama kuat, 17 point.

Tahun 2005 tim Amerika diperkuat pegolf papan atas seperti Steward Cink, Fred Couples, Chris DiMarco, Fred Funk, Jim Furyk, Justin Leonard, Davis Love III, Kenny Perry, David Toms, Scoot Verplank, Tiger Woods, Phil Mickelson serta kapten Jack Niclaus, mereka mampu membendung keperkasaan tim Internasional yang bermaterikan Stuart Appleby, Nichael Campbell, Tim Clark, Retief Goosen, Mark Hensby, Trevor, Immelman, Peter Lonard, Nick O’Hern, Adam Scott, Vijay Singh, Mike Weir, Angel Cabrera dengan kapten Tim Gary Player. Davis Love III dan Phil Michelson dari tim Amerika serta Vijay Singh dari kubu tim Internasional merupakan pegolf dunia yang selalu mengikuti turnamen ini berturut – turut. Sementara itu penunjukan kapten tim berdasarkan kharisma dari seorang pegolf tersebut, dan biasanya juga mempunyai prestasi yang cemerlang. Kapten tim juga bertanggung jawab untuk mengatur tim-nya dalam menghadapi pertandingan tersebut. Karena dalam pertandingan beregu diperlukan strategi serta pemilihan pemain yang tepat untuk dapat memenangkan pertandingan.

Untuk dua turnamen yang akan datang, Presidents Cup akan diselenggarakan di Royal Montreal Golf Club, Ile Bizard, Quiebec, Canada serta di Harding Park Golf Course, San Francisco, Amerika Serikat. Disana team Amerika akan berusaha mempertahankan gelar serta mengukuhkan dominasinya di turnamen beregu tersebut. Kemenangan ini tentunya sangat berarti, karena selain bermain di kandang tentunya team Amerika ingin menjaga gengsi di cabang olahraga golf. Enjoy the game !

 

Penulis : Chairudi Bharata Dharma

Editor   : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Majalah PELANGI (PLN) – Oktober 2007

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment