Theme Park, Taman Hiburan Kelas Dunia

Taman hiburan bertema atau lebih populer dengan sebutan amusement theme park merupakan salah satu destinasi wisata favorit di dunia. Terbukti, theme park dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Walter E. Disney sebagai pelopor theme park di dunia, menghadirkan sebuah taman hiburan modern pertama di dunia, Disneyland. Pesona Disneyland tak hanya menyedot perhatian warga Amerika Serikat, tetapi juga masyarakat di seluruh penjuru dunia.

 

Pekan Raya

Theme park merupakan taman hiburan yang menyajikan berbagai atraksi dan wahana permainan untuk berbagai kalangan usia. Setiap atraksi dan wahana dikelompokkan berdasarkan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Sejatinya, theme park adalah sebuah sarana hiburan bagi keluarga.

Ciri khas dari theme park adalah memiliki beberapa bagian dengan tema khusus. Karena itulah, disebut dengan theme park. Misalnya saja, tema yang diambil dari karakter kartun atau dongeng. Tema akan dituangkan di setiap unsur pada bagian tersebut, mulai dari landscape, arsitektur, pertokoan, wahana, restoran, hingga sarana pendukung lainnya. Dengan tampilan bertema, taman hiburan ini lebih menyerupai negeri fantasi dalam skala mini.

Pada masa-masa awal, taman hiburan hadir dalam kemasan pekan raya (fair), yaitu Bartholomew Fair di Inggris pada tahun 1133. Keunikan fair adalah lokasinya yang tidak menetap, berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya serta dalam jangka waktu tertentu. Namun, dari segi hiburan yang ditawarkan, fair juga menyediakan beragam permainan—meskipun tak selengkap theme park, atraksi, serta yang paling khas adalah karnaval.

Salah satu taman hiburan tertua yang dibuka tahun 1583 masih beroperasi hingga sekarang adalah Bakken di Klampenborg, sebelah utara Copenhagen, Denmark. Di era Perang Dunia II, tak sedikit taman hiburan yang mengalami kerusakan, bahkan kehancuran hingga harus gulung tikar. Masa ini pun menjadi akhir periode taman hiburan tradisional dan memasuki era modern amusement park.

 

Taman hiburan era modern

Di periode ini, taman hiburan tentu saja hadir lebih lengkap dan modern. Dibandingkan dengan era tradisional, taman hiburan di masa ini dikelola dengan lebih baik. Biasanya, dimiliki oleh sebuah grup perusahaan terkemuka atau konglomerat dengan menerapkan sistem investasi.

Manajemen inilah yang tidak dimiliki taman hiburan di masa lampau. Selain itu, taman hiburan modern juga sangat khas dengan tema-tema tertentu hingga lebih dikenal sebagai theme park. Walter E. Disney mengawali industri theme park modern dengan Disneyland di tahun 1955. Sejak itu, industri ini pun berkembang pesat di berbagai belahan dunia.

 

Disneyland

Awalnya, Disneyland hanya sebuah bangunan di dekat studio Disney yang diperuntukkan para turis untuk bertemu dan berfoto dengan tokoh Disney favoritnya. Kemudian, Disney menambahkannya dengan taman bermain kecil dan kolam lengkap dengan perahunya. Pada 18 Juli 1954, Disney mengembangkan taman ‘mini’nya di lahan seluas 730.000m2 yang terletak di Anaheim, California.

Berselang satu tahun, tepatnya 17 Juli 1955, Disneyland dibuka untuk pertama kalinya. Di hari kedua Disneyland dibuka, pengunjung yang datang rela mengantri sejak jam 2 pagi. Sejak diresmikan hingga kini, Disneyland menjadi salah satu theme park yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Disney pun menghadiahkan tiket seumur hidup untuk Disneyland di seluruh dunia kepada tiga pengunjung pertama, yaitu David McPherson, Michael Schwartner, dan Christine Vess.

Disamping menawarkan berbagai atraksi dan wahana permainan, Disneyland juga dilengkapi fasilitas lain, seperti pusat perbelanjaan, restoran, serta hotel & resort. Kini, Disneyland telah merambah seluruh dunia. Disneyland juga berlokasi di Lake Buena Vista dan Florida (AS), Paris, Hongkong, dan Jepang. Hongkong Disneyland Resort yang dibuka 12 September 2005 adalah Disneyland terkecil di dunia.

 

Lotte World

Tercatat sebagai indoor theme park terbesar di dunia dalam Guinness World Record. Lokasi dalam ruangan memungkinkan theme park ini untuk buka sepanjang tahun karena tidak terpengaruh oleh musim. Lotte World yang terletak di Sincheon-dong, Seoul – Korea Selatan ini dibuka sejak 12 Juli 1989.

Theme park milik Lotte Group ini terdiri atas 5 bagian utama, yaitu amusement park yang disebut ‘Magic Island’, museum, sports center, pusat perbelanjaan, dan hotel. Lotte World menyajikan aneka hiburan terbaik di dunia dan di antaranya terdapat The Best 5 of The Lotte World. Gyro Drop merupakan salah satu favorit pengunjung berupa wahana permainan terjun bebas vertikal dengan kecepatan 100 km/jam dan ketinggian 70 m.

Tak kalah menarik, ekspedisi menakjubkan untuk menemukan benua Atlantis yang hilang dengan kendaraan secepat cahaya dalam Atlantic Adventure. Lalu, berpetualang di negeri Mesir Kuno bersama Pharaoh di Pharaoh’s Fury. Selain wahana yang menakjubkan, Lotte World selalu menyajikan parade dalam World Carnival Parade  dan Laser Show yang sangat fantastis.

 

Legoland

Nama ini langsung mengingatkan kita pada mainan balok (bricks) plastik bermerek Lego. Memang benar, taman ini dimiliki perusahaan mainan asal Denmark, Lego bersama Merlin Entertainments. Legoland dibuka pada tahun 1968 di Billund, Denmark dan hanya beroperasi pada bulan Maret—Oktober.

Legoland memiliki beberapa section yang sayang untuk dilewatkan satu pun. Bagian tersebut terdiri dari Duplo Land, Legoredo Town, Adventure Land, Miniland, Lego City, Pirate Land, Lego Dinosaurus Kingdom, Lego Wall Street, dan Lego Hollywood. Yang membuat taman ini semua hal terbuat dari ratusan bahkan jutaan balok Lego, seperti Pirate Land, Miniland, dan Lego City. Untuk wahana permainan, Legoland memiliki Timber Ride yang merupakan coaster tertua di Denmark dan tentu saja beragam atraksi permainan lainnya.

Kini, Legoland hadir di sejumlah negara, yaitu di Inggris, Jerman, AS (California dan Florida), Dubai, dan Malaysia. Merunut asal mulanya, Lego diciptakan seorang tukang kayu asal Denmark, Olle Kirk Christiansen tahun 1932. Kala itu, mainan masih terbuat dari kayu. Baru pada tahun 1934, mainan ini dipasarkan dengan nama Lego. Nama ini merupakan singkatan kata dalam bahasa Denmark, ‘Leg Godt’, yang artinya play well.

 

Universal Studio

Mengikuti jejak Disney, Studio Universal membangun sebuah theme park dengan film-film maupun serial tv favorit produksi Universal yang menjadi temanya. Theme park sekaligus studio film Universal ini berada di Hollywood, Los Angeles. Studio Universal menawarkan aneka hiburan dalam berbagai wahana permainan, atraksi, studio tour, dan pusat perbelanjaan terbaik di Los Angeles.

Pengalaman menonton pertunjukan 3D terbesar di dunia dalam King Kong 360 3-D ada di sini. Menyaksikan pembuatan film dan set film terbesar juga bisa dinikmati dalam tur studio. Pengunjung pun bisa bertemu langsung dengan karakter The Simpson yang merupakan serial tv blockbuster.

The Simpson hadir dalam sebuah pertunjukkan langsung dan virtual rollercoaster. Si Ogre, Shrek, dan sahabatnya Donkey pun hadir dalam Shrek 4-D. Selain Hollywood, Studio Universal juga berada di Orlando, Jepang, dan Singapura.

 

Taman Mini Indonesia Indah

TMII merupakan miniatur dari keindahan negeri Indonesia. Di atas lahan seluas 150 ha, taman yang diprakarsai Ibu Tien Suharto ini memang bertujuan untuk mengusung keindahan alam serta keragaman adat dan budaya Indonesia yang dituangkan dalam konsep rekreatif, informatif, edukatif, komunikatif, dan atraktif (RIEKA).. Maka pada 20 April 1975, taman di bawah pengelolaan Yayasan Harapan Kita ini pun diresmikan. Kehadiran TMII diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia.

Konsep RIEKA tampak dari berbagai wahana dan fasilitas hiburan di TMII. Pengunjung dapat mengenal lebih dalam ragam budaya Indonesia dengan mengunjungi 33 Anjungan Daerah yang mewakili 33 provinsi Indonesia. Disamping itu, beragam ilmu pengetahuan dan informasi dapat ditemui pengunjung dari 14 museum yang ada di TMII. TMII juga menyediakan sarana hiburan lainnya, seperti 10 jenis taman—seperti taman burung dan taman anggrek, Teater IMAX Keong Emas dan Teater 4D, taman rekreasi—seperti Istana Anak-anak Indonesia, Snowbay Waterpark, Desa Seni dan Kerajinan, serta berbagai wahana tunggangan—seperti skylift Indonesia cable car, monorail, kereta mini, dan perahu bebek di danau archipelago.

TMII hadir bukan hanya sebagai taman hiburan. Namun, taman ini sekaligus membantu upaya pemerintah dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional. TMII tak ubahnya ‘Wajah Indonesia’, lengkap dengan citra bangsa dan negara yang berbudaya.

 

Penulis : Dyota Tenerezza

Editor   : Muhammad Pamungkas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment