Reportase 

Tumbuhkan Minat Investor Garap WK

Potensi migas yang ada Wilayah Kerja (WK) di berbagai tempat di tanah air sebenarnya masih sangat besar. Diperlukan banyak investor untuk bisa menggali potensi tersebut. Yang perlu digenjot adalah menemukan cara yang ampuh mengundang  lebih banyak investor untuk mau menggarapnya.

Saat ini WK yang sudah ada investornya berjumlah 53 buah. Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Tunggal menyebutkan dari jumlah itu WK jenis Coalbed Methane (CBM) terdapat sebanyak 49 buah dengan tahap eksplorasi yang masih berlanjut. Dan WK Shale Hidrocarbon 4 buah, yang sedang ditunggu penyelesaian eksplorasinya.

Bagaimana pun masih banyak lagi WK yang menunggu sentuhan investor baik WK Konvensional maupun Non Konvensional. Sekarang investor masih cenderung lebih berminat kepada WK Konvensional. Sebenarnya potensi migas pada WK Non Konvensional lebih besar dari pada Konvensional. Hanya saja untuk mencapainya diperlukan usaha dan biaya yang lebih besar.

Lelang WK terus dijalankan dengan yang terbaru adalah lelang untuk 3 blok yang ada di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Pada periode sebelumnya sebenarnya juga sudah diadakan lelang untuk 14 WK. Menurut Tunggal dari 14 WK itu, tujuh WK melalui sistem penawaran langsung dan kesemuanya sudah diproses. “Yang mengambil dokumen lengkap ada 4 peserta. Namun satu peserta tidak mengembalikan. sementara 3 lainnya sudah selesai menjalani evaluasi teknis. Sekarang memasuki tahap evaluasi keuangan. Akhir November selesai” ujarnya.

Sementara 7 WK sisanya menurut Tunggal sebenarnya sudah ditawarkan. Proses Lelang akan diselenggarakan pertengahan November berupa lelang regular. Setelah itu akan ada penutupan untuk yang reguler itu. Yang menjadi perhatian adalah para investor masih perlu didorong semangatnya untuk ambil bagian mengikuti lelang tersebut.

Kebijakan-kebijakan pun dikeluarkan terkait dengan upaya meningkatkan minat investor. Misalnya pada lelang terbaru di akhir Oktober dengan menjadikan split  sebagai salah satu syarat. Split ini akan berfungsi  menjadi insentif. “Tawaran split yang terbaiklah yang berpeluang menang. Bukan presentase 30: 70 dan sebagainya” ujar Tunggal.

Khusus perihal minat investor Tunggal menyebutkan selesai proses lelang hal itu akan dievaluasi  Penyebab kurang kuatnya minat investor akan dikaji dan dicari solusinya.

Adakah TahapTp eksplorasi masih berlanjut, Coalbed methane adalah sekitar 49. Shield 4 buah ditunggu karena eksplorasi belum selesai.perbedaan insentif pada lelang kali ini agar tiga blok diminati?

Ini adalah masalah split. Maka yang menjadi perhatian sebagai syarat yaitu splitnya. Jadi incentivenya salah satunya adalah split.

Bagaimana status blok migas yang sudah ada investornya saat ini? Prosesnya sudah sejauh mana?

Bagaimanakan 14 WK yang dilelang pada waktu lalu, dimana hanya 1 yang Non konvensional

Sebenarnya dalam perlindungan  ada suatu kewajiban dirjen untuk melakukan environment peace.

Percepatan pengembangan WK Non Konvensional upaya nya ( tercantum di dalam kontrak)

Sudah tercantum dalam procurement, ditanda tangani dan itu dimonitor pelaksanaannya.

Sampai waktu yang telah ditentukan.Apabila tidak komit dengan procurement tidak melakukan kewajibannya maka harus mengajukan terminasi.

Untuk insentif sudah ada aturannya

Perihal lelang yang 7 itu sebenarnya harus di asses dulu, karena proses lelang  harus dicari mengapa tidak tertarik ikut lelang. Di benak kami sebenarnya pada saat harga rendah itulah kesempatan untuk berinvestasi. Nanti ketikan harga naik kembali itulah saatnya menjual.

Dengan harga murah sesungguhnya service menjadi murah pula. Itu tergantung dari finansial perusahaan.

Lelang WK Dengan Mekanisme Baru

Kegiatan lelang Wilayah Kerja (WK) Non Konvensional kembali digelar Dirjen Migas Kementerian ESDM di tahun 2016, namun kali ini menggunakan mekanisme yang sedikit berbeda. Para investor diharapkan bersemangat menyambut lelang tersebut.

Tiga Blok WK Non Konvensional yaitu shield hydrocarbon letaknya Kalimantan timur bagian timur 2500 km2 dilakukan sebagai lelang regular

 

Putaran 2016 ini akan dimulai lelang untuk tiga blok.

Pertama adalah

Kedua Gas metana batu bara di sumsel 2 blok 400- 500 km2

Komitmen shiled 1 sdtudi gng  2 sumur eksplorasi

Reso 71 gas 21 mm

GMP raja blok komitme GNG studi 2 core 1 sumber eksplorasi 4 product test

Blok gas metana batubara Bunga Mas komitmen GNG studi 2 exp  sumur

P 1,9

Direct ofer Langsung

c

Production Split dan

Lelang ini diselenggarakan secara online. tidak ada tatap muka langsung (face to face)

Dokumen bisa diakses melalui i/wkmigas

Syarat & Ketentuan adalah estimasi pemilik untuk Pemerintah

peserta tender bebas untuk menawar “berbagi split dan tanda tangan bonus”

Pemerintah memilih pemenang tender dari penawaran terbaik berdasarkan estimasi pemilik

 

Penulis : M. Nurfitrianto

Editor : Muhammad Pamungkas

Dimuat : Website SKK Migas

Bagikan berita ini :

Related posts

Leave a Comment